POJOKSATU.ID – Kasus pembunuhan satu keluarga di Ngancar, Kediri, Jawa Timur kini tengah ramai diperbincangkan.

Seperti diketahui, satu keluarga tersebut menjadi korban pembunuhan yang memakan korban jiwa sebanyak tiga orang.

Salah satunya, kepala rumah tangga bernama Agus Komarudin (38) yang berprofesi sebagai guru di SDN Babadan 1 Ngancar, Kediri.

Usut punya usut, korban ternyata sempat memberikan tanda-tanda sebelum dirinya dikabarkan telah meninggal dunia.

Baca Juga: bank bjb dan PT Sucofindo Tandatangani Nota Kesepahaman untuk Pemanfaatan Produk dan Optimalkan Layanan

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @creepyroom pada Jumat (6/12/2024).

Dalam unggahannya, Agus ternyata sempat izin untuk tidak berhadir ke sekolah tempatnya mengajar.

Yang mana, izin tersebut diminta Agus untuk tidak berhadir selama satu hari sebelum kejadian mengenaskan menimpanya.

“Korban (Agus) tidak datang ke sekolah SDN Babadan 1. Padahal izinnya cuma 1 hari tidak masuk yaitu pada hari Rabu (4/12/2024),” jelas di-caption.

Seperti diketahui, korban ditemukan bersama dengan keluarganya dalam keadaan mengenaskan pada Kamis (5/12/2024).

Baca Juga: bank bjb Raih Dua Penghargaan Bergengsi di Investing on Climate Awards 2024

Lebih lanjut, kasus ini terkuak usai pihak sekolah tidak mendapatkan kabar dari Agus yang izin tanpa keterangan.

Tentu, para guru SDN Babadan 1 yang mengetahui hal ini sontak bergegas mengunjungi kediaman Agus.

Sebab, pihak sekolah yang telah mencoba menghubungi kerabat korban juga tidak mengetahui keberadaan Agus.

Setibanya di rumah korban, para saksi yang terdiri dari guru hingga kerabatnya tidak menemukan sosok Agus.

“Pada saat tiba di lokasi rumah Agus dalam keadaan tertutup pintunya. Pada saat di ketok-ketok pintunya tidak ada yang keluar,” jelasnya.

Baca Juga: Final 150Tv250T

Namun tidak lama setelahnya, salah satu kerabat korban justru menemukan bercak darah melalui jendela rumah Agus.

Tentu, hal ini membuat para saksi yang melihat jasad Agus sontak melaporkan kejadian ke pihak kepolisian.

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pihak kepolisian, jasad Agus dan istrinya ditemukan di bagian dapur kediamannya.

Sementara, salah satu anaknya yang masih duduk di bangku sekolah sudah dalam keadaan tidak bernyawa di ruang tamu.

Usut punya usut, kasus yang menimpa Agus beserta keluarganya ini ternyata disinyalir sebagai korban perampokan.

Baca Juga: Tiga Kali Aksi Soal Kasus Dana Hibah, Kini Jatim Progress Layangkan Surat Resmi ke KPK

Sebab, harta milik korban berupa sebuah mobil telah hilang di TKP usai jasad satu keluarga ini ditemukan.

“Indikasi terjadinya perampokan itu adalah menghilangnya mobil Toyota Avanza putih milik Agus,” jelas dikutip dari portal Pojoksatu.id. ***