POJOKSATU.ID – Kasus kematian junalis media online, Situr Wijaya (33) belum lama ini kian menarik perhatian publik.
Seperti diketahui, kematian Situr Wijaya menimbulkan banyak pertanyaan usai dirinya ditemukan tewas di sebuah hotel kawasan Jakarta Barat (Jakbar).
Diduga, jurnalis asal Palu, Sulawsi Tengah (Sulteng) itu berakhir tragis lantaran menjadi korban pembunuhan.
Usut punya usut, pihak keluarga korban yang tengah berduka cita ini mendapatkan bantuan dari Gubernur Sulteng, Anwar Hafid sebanyak Rp25 juta.
Sebagaimana halnya yang dikutip Pojoksatu.id dari portal media Antaranews.com pada Senin (7/4/2/2025).
Dalam artikelnya, pihak keluarga jurnalis media online itu dikonfirmasi menerima bantuan dari Gubernur Sulteng.
Baca Juga: Kapolri Duluan Minta Maaf Disusul Pengawal Ipda E Usai Pukul Kepala Jurnalis Foto di Semarang
“Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid membantu biaya kepulangan jenazah jurnalis asal Kota Palu itu (Situr Wijaya) yang meninggal dunia di Jakarta,” jelas dikutip.
“Menurut keterangan Selfi, istri almarhum, Gubernur Sulteng telah mengirim bantuan dana sebesar Rp25 juta,” lanjut laporan artikel.
Diketahui, kasus ini mencuat usai Situr ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar Hotel D’Pragon Kebun Jeruk, Jakbar.
Yang mana, keberadaan jasad jurnalis media online itu berhasil ditemukan oleh pihak petugas hotel pada Jumat (4/4/2025).
Mengetahui hal itu, pihak petugas hotel sontak melaporkan temuan jasad tersebut kepada aparat kepolisian.
Tidak lama setelahnya, kabar duka terkait meninggalnya sosok Situr ini terdengar oleh pihak keluarga korban.
Baca Juga: Imbas Banjir dan Angin Kencang di 17 Titik Kota Tangerang, BPBD Siapkan Posko Pengungsian
Padahal, Situr yang ditemukan tewas dalam keadaan mengenaskan ini baru saja berpamitan kepada keluarganya pada Kamis (3/4/2025).
Lebih lanjut, Rogate Oktoberius Halawa selaku kuasa hukum keluarga korban turut menanggapi kasus tersebut.
Yang mana, Rogate menuturkan bahwa Situr diduga kuat merupakan korban tindak pidana berupa pembunuhan.
Dikarenakan, jurnalis media online itu ditemukan dalam keadaan mengenaskan dengan sekujur luka lebam di tubuhnya.
“Setelah melihat foto-foto korban, pihak keluarga korban curiga bahwa korban meninggal dunia karena dibunuh,” jelasnya.
“Karena dilihat dari foto kondisi korban mengeluarkan darah di hidung dan mulut, luka memar di wajah dan seluruh badan, serta ada sayatan di leher bagian belakang,” lanjutnya. ***



