POJOKSATU.ID – Belum lama ini kasus ayah bunuh anak Kandung di kawasan Lebong, Bengkulu kian menarik perhatian publik.

Seperti diketahui, pria berinisial HN (35) sebelumnya dikabarkan telah melakukan tindak pidana berupa pembunuhan.

Yang mana, dirinya tega menganiaya anak kandung sendiri L (3) menggunakan senjata tajam (sajam).

Baca Juga: Kronologi Kasus Ayah Bunuh Anak Kandung di Lebong Bengkulu, Korban Masih Berusia 3 Tahun

Usut punya usut, ibu kandung korban alias mantan istri pelaku ternyata sempat punya firasat tidak enak sebelum anaknya dikabarkan tewas dibunuh.

Sebagaimana halnya yang dikutip Pojoksatu.id dari portal media jpnn.com pada Sabtu (29/3/2025).

Dalam artikelnya, HN dikonfirmasi melakukan aksinya usai mendapatkan izin bermain dari ibu kandung korban.

Baca Juga: Sinergi Kowal dan Polwan, Patroli Gabungan Amankan Arus Mudik di Tol Palimanan-Ciperna

Namun, hal ini sempat tidak diindahkan ibu kandung korban lantaran permintaan tersebut di luar dari kesepakatan.

Seperti diketahui, pelaku hanya dijatahkan bertemu dengan anaknya seminggu sekali sesuai dengan amar putusan majelis hakim Pengadilan Agama (PA).

Sebab, yang memiliki hak asuh terhadap korban ialah ibu kandungnya sendiri setelah berpisah dengan pelaku.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Pertamina Turunkan Harga Produk BBM, Berikut Daftar Harganya Per 29 Maret 2025

“Ibu korban tidak mengizinkannya karena sesuai perjanjian hanya sekali seminggu, sedangkan dia (pelaku) baru beberapa hari lalu mengajak korban bermain,” jelas dikutip.

Kendati demikian, permintaan tersebut membuat ibu kandung korban lunak hingga berakhir mengizinkan pelaku bermain dengan anaknya.

Dikarenakan, pelaku terus-menerus memaksa ingin berjumpa dengan anaknya dengan dalih permintaan terakhir sebelum dirinya pergi ke luar kota.

Baca Juga: Sosok Fathroni Diansyah, Pengacara Visi Law Office Diperiksa KPK Diduga Terlibat Kasus Korupsi Eks Mentan SYL

“Tersangka HN tetap ngotot ingin ketemu dengan anaknya itu, sehingga ibu mengizinkan sampai sore hari sudah dikembalikan lagi kepada dirinya,” jelas dikutip.

Namun, pertemuan pelaku dan anaknya yang berlangsung pada Kamis (27/3/2025) justru jadi momen terakhir.

Sebab, pelaku tanpa sebab yang jelas tega menganiaya anaknya menggunakan sajam hingga tewas meninggal dunia. ***