POJOKSATU.id, SIDIMPUAN— Siswa perempuan kelas 1 SD di Desa Huta Holbung, Angkola Muara Tais,Tapsel, Sumut, diduga alami kekerasan seksual sebelum dibunuh pelaku inisial MH.

Pelaku yang juga tetangga korban ini sempat membawa korban ke sebuah gubuk. Setelah korban dibunuh lalu jasadnya dibawa dan dimasukkan ke sumur sedalam dua meter.

Dalam keterangannya kepada wartawan, MH mengaku membawa korban ke sebuah gubuk di sekitar Desa Huta Holbung.

Ia juga mengakui memindahkan jasad korban ke sebuah sumur milik warga setelah korban meninggal.

Baca Juga: Bocah Perempuan Kelas 1 SD Tewas di Sumur di Angkola Muara Tais, Hasil Autopsi Ada Kekerasan

Setelah ditangkap, MH mengaku menyesali perbuatannya. Dia diduga mengarang cerita dengan menyebut dirinya mengalami halusinasi ketika pembunuhan terjadi.

Meski demikian, penyidik Satreskrim Polres Tapsel akan mencocokkan keterangan MH dengan hasil autopsi, pemeriksaan forensik, keterangan saksi, olah TKP dan barang bukti.

Diduga pelaku MH alias Purcek masih berhubungan keluarga dengan korban.

MH diamankan Tim Jatanras Satreskrim Polres Tapanuli Selatan bersama Unit I Pidum pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB di Desa Huta Holbung, Kecamatan Angkola Muara Tais.

Penangkapan dilakukan oleh tim yang dipimpin Ipda Bambang Rahmadi.

Baca Juga: Berapa Gaji Paskibraka 2026? Ini Perkiraan Honor, Bonus, dan Apresiasi yang Pernah Diterima Para Anggotanya

Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan Iptu BD Sitorus membenarkan penangkapan tersebut.

“Bersabar ya, Bang. Betul, pelaku sudah berhasil kita tangkap. Namun, untuk keterangan lebih jelas dan lengkap, nanti akan kami kabari,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).

Dalam proses pengembangan perkara untuk mencari barang bukti, MH disebut melakukan perlawanan terhadap petugas.

Polisi kemudian mengambil tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan kaki kanan MH sebelum membawanya ke Rumah Sakit Umum Kota Padangsidimpuan guna mendapatkan perawatan medis.

Setelah menjalani penanganan medis, MH dibawa ke Mapolres Tapanuli Selatan di Sipirok untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam perkara ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa kain sarung, pakaian korban, serta satu unit sepeda motor Honda Supra X 125 yang diduga berkaitan dengan rangkaian kejadian.

Hingga saat ini penyidik masih mendalami motif, penyebab pasti kematian korban, dugaan kekerasan seksual.

Sementara itu Kepala Desa Huta Holbung, Anton Putra Bungsu membenarkan keluarga korban atau ibu korban masih ada hubungan kerabat dengan pelaku.

Kades menyebut pekerjaan pelaku ini adalah serabutan atau tak menentu.

"Pekerjaan si pelaku ini tak menentu. Tapi memang masih dekat (saudara) dengan orang tua korban," jelasnya, Kamis (6/8/2026).

Pelaku juga kerap meresahkan warga dengan mencuri cabai, pinang dan harta milik warga lainnya, namun tidak pernah tertangkap tangan.***