POJOKSATU.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika secara resmi mengakhiri peringatan dini tsunami pascagempa bumi kuat bermagnitudo 7,7 yang menghentak wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu pagi.
Pengumuman pencabutan status bahaya laut ini disampaikan secara langsung oleh jajaran pimpinan BMKG melalui konferensi pers daring.
Keputusan pengakhiran peringatan diambil setelah pemantauan intensif menunjukkan kondisi gelombang laut yang mulai kembali stabil.
Meskipun status ancaman utama telah diturunkan, instrumen pemantau tetap disiagakan untuk mengamati potensi gelombang susulan maupun aktivitas seismik pascagempa.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Gempa Kuat M 7,7 Guncang NTT Hari Ini, Berpusat di Laut Flores
Pihak otoritas stasiun geofisika daerah mengimbau masyarakat agar tidak langsung beraktivitas di sekitar garis pantai.
Warga yang tinggal di sepanjang pesisir maupun kawasan muara sungai diminta untuk menahan diri dan tetap berada di lokasi aman.
Imbauan kewaspadaan ini diterbitkan demi menjamin keselamatan publik dari potensi fluktuasi air laut yang belum sepenuhnya diprediksi.
Sebelum pencabutan status dilakukan, jaringan sensor pemantau BMKG memang sempat mendeteksi kenaikan muka air laut di sejumlah stasiun maritim.
Baca Juga: Gempa Dahsyat 7,7 Magnitudo di NTT, 2 Warga Meninggal Dunia, Berikut Wilayah yang Terdampak
Alat pengukur tsunami gauge merekam adanya perubahan elevasi air yang bervariasi di beberapa wilayah pesisir terdampak.
Titik kenaikan tertinggi terdeteksi di kawasan Maurole dengan ketinggian gelombang mencapai hampir satu meter dari kondisi normal.
Sementara itu kawasan pesisir lain seperti Bulukumba, Labuan Bajo, dan Baubau mencatatkan anomali air laut yang lebih rendah.
Secara kasat mata gelombang tsunami tersebut memang tergolong tipis dan tidak terlalu terlihat di sebagian besar area.
Seluruh data fluktuasi air yang terhimpun murni berdasarkan pembacaan presisi dari instrumen otomatis di lapangan.
Meskipun ketinggian gelombang tercatat masih di bawah ambang batas bahaya utama, potensi pergerakan arus mendadak tetap perlu diwaspadai.
Pihak BMKG memastikan penanganan situasi kedaruratan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
Keseluruhan pemantauan kondisi perairan dan aktivitas tektonik susulan masih akan terus dilakukan hingga situasi benar-benar aman.***




