POJOKSATU.id — Peserta Jakarta Running Festival (JRF) 2026 akan mendapat fasilitas bebas tarif untuk sejumlah moda transportasi umum yang dikelola Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Kebijakan tersebut berlaku selama rangkaian JRF 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 22-25 Oktober 2026.
Peserta dapat memanfaatkan fasilitas transportasi gratis tersebut dengan menunjukkan identitas perlombaan berupa BIB (bib number) serta mengenakan jersey resmi JRF.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan bahwa pembebasan tarif mencakup seluruh moda transportasi yang berada di bawah pengelolaan Pemprov DKI Jakarta.
Baca Juga: Daftar Rute Transjakarta yang Dialihkan 6 September 2026 dan Cara Cek Posisi Bus
Adapun layanan yang termasuk dalam kebijakan tersebut terdiri atas Transjakarta, MRT Jakarta, Transjabodetabek, dan LRT Jakarta.
“Untuk penggratisan ini hanya berlaku bagi peserta yang memakai BIB dan jersey-nya. Hari pertama maupun kedua diperlakukan sama. Itu berlaku untuk seluruh transportasi yang dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta, berlaku Rp0,” kata Pramono.
Pramono menjelaskan, pemberlakuan tarif nol rupiah itu menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam menghadapi potensi peningkatan pergerakan masyarakat selama JRF 2026.
Pemprov DKI Jakarta juga tidak hanya memberikan kemudahan akses transportasi bagi peserta, tetapi menyiapkan sejumlah dukungan lain selama acara berlangsung.
Persiapan tersebut meliputi rekayasa dan pengaturan arus lalu lintas, penyediaan layanan kesehatan, serta penataan sejumlah lokasi dan jalan yang menjadi bagian dari rute perlombaan.
Baca Juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Hujani Jakarta, Transjakarta Nonaktifkan Lift dan Eskalator
“Kami memberikan totalitas support, mulai dari persiapan tempat atau jalan yang digunakan untuk lari, kemudian juga kesehatan, kemudian juga berbagai hal,” ujar Pramono.
Untuk menunjang seluruh rangkaian kegiatan, beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) DKI Jakarta turut dikerahkan.
Perangkat daerah yang terlibat antara lain Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta.
Penyelenggaraan JRF 2026 juga dipandang tidak hanya memberikan manfaat dari sisi olahraga, tetapi berpotensi menggerakkan sektor pariwisata dan perekonomian di Jakarta.
Menurut Pramono, kedatangan peserta maupun pihak yang mendampingi kegiatan dapat memberikan pengaruh terhadap tingkat hunian hotel di kawasan yang berdekatan dengan rute perlombaan.
Aktivitas selama penyelenggaraan acara juga diharapkan menciptakan perputaran ekonomi bagi berbagai pelaku usaha di Jakarta.
Dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan JRF 2026 turut mendapat respons positif dari Direktur Utama Kelompok Lari Anak Bangsa (KLAB) Dickie Widjaja.
Baca Juga: Sempat Dituding Ugal-ugalan, CCTV Ungkap Sopir Transjakarta Rem Mendadak Demi Hindari Ojol
“Atas nama KLAB saya ingin mengucapkan apresiasi kepada Pemprov DKI. Terima kasih dan juga seluruh dinas-dinas dari Pemprov karena berkat dukungan dan kerja samanya, sejak tahun lalu JRF 2025 itu berjalan dengan mulus,” kata Dickie.
Ia mengatakan KLAB terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan JRF melalui berbagai evaluasi dan perbaikan dari tahun ke tahun.
Langkah tersebut dilakukan agar JRF dapat terus berkembang dan menjadi agenda maraton tahunan yang semakin berkualitas.
Untuk edisi 2026, JRF berhasil mendapatkan Gold Label pada kategori half marathon dan full marathon.
Predikat tersebut disebut sebagai capaian pertama bagi ajang lari di Indonesia.
Baca Juga: Mulai 26 September, 2 Rute Transjakarta Berubah: Pengguna 9F dan 12H Wajib Cek Jalur Baru
Rangkaian JRF 2026 juga tidak hanya berisi perlombaan lari. Panitia akan menggelar race expo di Istora Senayan yang diikuti sekitar 130 brand.
Sebanyak 48 brand di antaranya merupakan UMKM lokal yang turut mendapatkan ruang untuk memperkenalkan produk kepada peserta dan pengunjung.
Pelaku usaha kuliner juga dilibatkan dalam race expo untuk menambah pilihan aktivitas sekaligus mendukung perputaran ekonomi selama penyelenggaraan JRF 2026.***



