POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Raja hutan gunung sanggabuana beberapa kali tertangkap kamera trap, yang memperlihatkan dengan santainya raja hutan itu berjalan-jalan di area habitatnya yaitu hutan sanggabuana.
Selain warga Karawang, warga Purwakarta yang berada diwilayah berbatasan dengan gunung sanggabuana tepatnya wilayah Kecamatan Sukasari juga merasa khawatir, bila para raja hutan itu turun ke pemukiman warga.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, kemungkinan raja hutan gunung sanggabuana yang terdiri dari Macan Kumbang dan Beberapa Macan Tutul sedang mencari sesuatu yang sangat berharga miliknya.
Raja hutan itu tentunya tidak akan mencari ratu Purwakarta ataupun Ratu Karawang, diduga rumpun bambu tempat bermainnya para raja hutan itu dibabat warga sehingga mereka merasa terusik dihabitatnya.
Terlebih lagi, ada informasi di awal bulan Februari yang lalu ada warga yang membabat rumpun bambu dan menemukan dua anak hewan buas yang mirip anakan dari macan tutul.
Motif dan corak pada bulu kedua anak kucing hutan tersebut kabarnya saat ini tengah di identifikasi, apakah mereka anakan kucing hutan atau anakan macan tutul.
Baca Juga : Bila Ketiga Wanita Ini Dirias dan Pakai Busana Yang Sama, Dedi Mulyadi Bakal Salah Pilih Tidak Ya?
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi yang membawahi bidang lingkungan hidup meminta warga untuk menahan diri agar tidak merusak ekosistem di hutan gunung sanggabuana.
Bila informasi tersebut benar adanya, Dedi Mulyadi merasa sedih karena tempat bermain atau mungkin bahkan rumpun bambu itu merupakan rumah dari raja hutan tersebut.
“Kalau sampai habitat mereka terganggu, tidak menutup kemungkinan akan mereka baik itu macan kumbang dan macan tutul akan turun gunung,” kata Dedi Mulyadi, melalui sambungan seluller, Kamis (09/03).
Sehingga dirinya menghimbau agar berhati-hati saat memasuki hutan gunung sanggabuana, yang lebih utama jangan sampai merusak alam lingkungan sekitar dengan cara menebang sembarangan.
“Intinya para warga tetap tenang dan jangan khawatir, selama habitat mereka tidak terganggu mereka juga tidak akan mengganggu apalagi sampai turun gunung,” tutup Dedi Mulyadi.
Namun yang pasti, bila nanti raja hutan itu turun gunung mereka tidak akan mencari ratu purwakarta, harta yang hilang dari raja hutan itu kemungkinan dua ekor anaknya. (Ade Winanto/ pojoksatu)




