POJOKSATU.ID – Kasus Priya Nailuredha Thoriq (16) siswa SMAN 6 Garut, Jawa Barat belakangan ini kian ramai disorot publik.
Bagaimana tidak, Priya Nailuredha Thoriq yang meninggal dunia usai melakukan aksi bunuh diri ini membeberkan pengakuannya terkait kasus bullying.
Seperti diketahui, siswa SMAN 6 Garut tersebut nekat mengakhiri hidupnya lantaran depresi karena kerap kali dibully.
Baca Juga: Batch 4 Sudah Mulai Dicairkan, Apakah akan Ada Pencairan BSU Batch 5?
Usut punya usut, sebelum dinyatakan tewas, Priya Nailuredha Thoriq sempat memberikan pernyataan tekait kasus yang menimpanya.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Instagram milik @fuji_lestari_thoriq.
Dalam unggahannya, Priya mengaku bahwa dirinya kerap kali menjadi korban bullying oleh teman sekelas.
Baca Juga: Akun Instagram SMAN 6 Garut Mendadak Diprivate Imbas Kasus Bullying Priya Nailuredha Thoriq
Namun, dirinya tidak ingin membalas perbuatan temannya karena akan lebih parah lagi ke depannya.
“Karunya dan sieun aya masalah anyar deui, bakal disalahkeun, calik wae sok disalahkeun tara aya nu ngabantuan komo mun ngalawan (kasihan dan takut ada masalah baru lagi, akan disalahkan, duduk diam saja sering disalahkan, tidak ada yang membantu apalagi kalau melawan),” ujar Priya.
Seperti diketahui, fenomena dugaan bullying ini turut ditanggapi oleh Wakil Bupati Garut Putri Karlina.
Baca Juga: Pemkab Purwakarta Permudah Pelayanan Penyelamatan, Berikut Nomor Kontak Damkar Disetiap Wilayah
Yang mana, Putri sangat menyayangkan insiden bunuh diri ini terjadi, terlebih yang menajdi korban merupakan seorang siswa.
“Saya terkejut ketika mendengar ini, ada adik kita meninggal diduga dibully. Seharusnya pendampingan selanjutnya tanggal 17, ternyata sudah keburu dipanggil Allah,” jelasnya.
Menurut Putri, pihaknya kini masih mendalami kasus dugaan bullying tersebut yang diduga melibatkan oknum guru tertentu.
Baca Juga: Cegah Kebakaran, Damkar Purwakarta Sebar Tips Mencegah Kebakaran
Sebab, masih adanya selisih paham antara pihak sekolah dan keluarga korban dalam memandang kasus bunuh diri tersebut.
Seperti diketahui, pelaku yang terlibat dalam aksi bullying ini disinyalir tidak hanya teman korban saja.
Melainkan, salah seorang guru juga diduga ikut terlibat dalam membully Priya hingga berujung melakukan aksi bunuh diri.
Baca Juga: OJK Cirebon Kick-Off Hari Indonesia Menabung 2025 di Majalengka, Dorong Generasi Cerdas Finansial
“Masih terjadi ‘keukeuh-keukeuh’ atau saling bersikukuh dari kedua belah pihak,” jelas Wakil Bupati Garut.
“Tapi yang jelas, kami berusaha bersikap se-netral mungkin dan mengevaluasi berdasarkan temuan-temuan dari tim psikolog,” lanjutnya. ***
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:
Versi Android/ Versi iOS
Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:
Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov



