POJOKSATU.ID – Kasus mengenaskan belum lama ini kembali terjadi di kawasan Yogyakarta (Jogja).

Dalam hal ini, ratusan masyarakat yang tergolong ke dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) berakhir ricuh dengan aparat kepolisian.

Pasalnya, ratusan mahasiswa Papua ini diduga bertindak anarkis terhadap kepolisian saat melakukan aksi unjuk rasa.

Yang mana, pihak kepolisian terpaksa mengambil sikap lantaran para mahasiswa Papua ini mengibarkan bendera Bintang Kejora.

Baca Juga: Siapa Pimpinan Ponpes Bani Ma'mun Kobak? Pelaku Pencabulan Santriwati Bersembunyi di Plafon

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Instagram milik @jogjaninfo pada Senin (2/12/2024).

Dalam unggahan akun tersebut, bentrokan aparat kepolisian tidak lain dikonfirmasi untuk mengamankan mahasiswa Papua.

Diketahui, kejadian ini berlangsung pada Minggu (1/12/2024) kemarin saat AMP melakukan unjuk rasa di Jalan Kusumanegara, Jogja.

“Kericuhan terjadi saat aparat kepolisian berusaha mencegah pengibaran bendera Bintang Kejora oleh salah satu peserta aksi,” jelas di-caption.

Alhasil, dari aksi bentrokan tersebut menyebabkan beberapa mahasiswa hingga aparat kepolisian mengalami luka.

Baca Juga: BRI Liga 1: Head to Head dan Live Streaming PSM Makassar vs Borneo FC: Nonton Dimana?

Kasus ini juga turut ditanggapi oleh Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Aditya Surya Dharma yang membenarkan hal tersebut.

Yang mana, Aditya menuturkan bahwa penyebab kerusuhan ini terjadi tidak lain karena adanya tindakan pemecah belah bangsa oleh mahasiswa Papua.

Padahal, pihak kepolisian melalui Aditya saat itu hanya ingin mengamankan salah seorang mahasiswa yang mengibarkan bendera tersebut.

Namun, tindakan pihak kepolisian ini justru direspon negatif oleh ratusan mahasiswa Papua yang memberontak.

Alhasil, para mahasiswa Papua dan pihak kepolisian terlibat baku hantam yang nyaris memakan korban jiwa.

“Kami berusaha mengamankan yang mengibarkan bendera Bintang Kejora, tapi mereka langsung menyerang kami,” ujar Aditya. ***