POJOKSATU.ID - Presiden Prabowo Subianto angkat bicara terkait bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra.

Ia menjelaskan alasan mengapa peristiwa tersebut belum ditetapkan sebagai bencana nasional.

Menurut Prabowo, penetapan status bencana nasional harus mengacu pada kriteria tertentu, salah satunya kemampuan pemerintah daerah dalam melakukan penanganan.

Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui teks ini ==> Gerakan Anak Negeri

Prabowo menegaskan, hingga saat ini pemerintah daerah masih dinilai mampu menangani dampak bencana sesuai dengan kewenangan dan sumber daya yang dimiliki.

Oleh karena itu, status bencana nasional belum diberlakukan, meski skala kerusakan dan jumlah warga terdampak cukup signifikan.

“Penanganan bencana tetap berjalan. Penetapan status nasional ada kriterianya, dan saat ini daerah masih bisa menangani,” ujar Prabowo, dikutip pojoksatu.id dari Instagram @folkkonoha (16/12/2025).

Baca Juga: Video Kebencian Viral Berbuah Penyesalan, Polisi Tangkap dan Bongkar Peran Dua Rekan Resbob

Meski belum ditetapkan sebagai bencana nasional, Prabowo memastikan pemerintah pusat tidak tinggal diam.

Berbagai langkah konkret telah disiapkan untuk membantu pemerintah daerah dan masyarakat terdampak, terutama dalam proses pemulihan pascabencana.

Salah satu bentuk dukungan nyata yang disiapkan pemerintah pusat adalah pembangunan sekitar 2.000 unit rumah bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Baca Juga: Di Tengah Kekhawatiran Warga soal Privasi, DPR Malah Kebut RUU Penyadapan Masuk Prolegnas 2026

Program hunian tersebut ditujukan untuk memastikan para korban dapat segera memiliki tempat tinggal yang layak dan aman.

Prabowo menegaskan, keselamatan dan pemulihan warga terdampak menjadi prioritas utama pemerintah.

Selain penyediaan hunian, bantuan logistik, layanan kesehatan, serta pemulihan infrastruktur dasar juga terus dikoordinasikan dengan kementerian dan lembaga terkait.

Baca Juga: Guru Pejuang Digital Hadir, Label Guru Kian Beragam, Solidaritas Teruji, Persatuan Guru Diminta Tetap Dijaga

Pemerintah pusat, kata Prabowo, terus memantau perkembangan penanganan bencana di lapangan.

Jika kondisi memburuk atau pemerintah daerah membutuhkan dukungan lebih besar, tidak menutup kemungkinan status penanganan akan dievaluasi kembali sesuai kebutuhan.

Langkah ini menunjukkan pendekatan pemerintah yang mengedepankan efektivitas dan kecepatan penanganan, tanpa harus bergantung pada status formal bencana nasional.

Baca Juga: Viral Bus Telolet Distop Polisi, Disoraki Bus Mania tapi Justru Didukung Netizen

Prabowo menilai, yang terpenting adalah bantuan sampai ke masyarakat dan pemulihan dapat berjalan secepat mungkin.

Di sisi lain, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat agar penyaluran bantuan tidak terkendala birokrasi.

Pemerintah juga memastikan bahwa pembangunan rumah bagi warga terdampak akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan aspek keamanan dan ketahanan bencana ke depan.

Prabowo menekankan bahwa setiap bencana harus menjadi pelajaran penting dalam memperkuat sistem mitigasi dan kesiapsiagaan nasional.

Baca Juga: Sempat Menghilang, Drama Pelarian Resbob Berakhir, Tipu Polisi dengan Titip HP ke Pacar Tapi Tetap Tertangkap

Ia meminta seluruh jajaran pemerintah untuk bekerja cepat, responsif, dan mengutamakan kepentingan rakyat.

Dengan berbagai langkah yang disiapkan, pemerintah berharap para korban bencana di Sumatra dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan normal, meskipun status bencana nasional belum diberlakukan.***