POJOKSATU.id - Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur kembali mengalami erupsi pada Jumat (8/11/2024) pukul 13.14 WITA. Dalam sepekan terakhir, gunung ini telah erupsi sebanyak 32 kali.

Menurut data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati mencapai 2.500 meter di atas puncak atau sekitar 4.084 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu berwarna kelabu pekat bergerak ke arah barat dan barat laut, dengan amplitudo maksimum 44,4 milimeter dan durasi erupsi tercatat selama 366 detik.

Status Gunung Lewotobi Laki-laki kini berada di Level IV atau "Awas".

Berdasarkan pengamatan MAGMA Indonesia pada 8 November 2024 pukul 06.00-12.00 WITA, tercatat 3 kali gempa letusan dengan amplitudo 11-14,8 milimeter dan durasi 59-977 detik, serta gempa hembusan, dan gempa tektonik lokal yang menunjukkan aktivitas signifikan.

Baca Juga: Kemensos Salurkan Bantuan untuk Para Keluarga Korban Erupsi Gunung Lewotobi, Flores Timur, Begini Proses penyalurannya

Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Andriko Noto Susanto, menyatakan bahwa status tanggap darurat untuk erupsi ini telah ditetapkan di Kabupaten Flores Timur selama 58 hari.

“Bupati Flores Timur telah mengeluarkan keputusan tentang penetapan status tanggap darurat yang berlaku selama 58 hari, terhitung sejak tanggal 4 November sampai 31 Desember 2024,” ujar Andriko di Kupang.

Keputusan ini memungkinkan kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten untuk penanggulangan dampak bencana dengan dukungan dana dari APBN, APBD provinsi, dan APBD kabupaten.

"Jika tanggap darurat awal selama tiga bulan ini belum cukup, maka kita akan lanjutkan ke tahap berikutnya. Keputusan ini sangat penting untuk memaksimalkan segala upaya penanggulangan,” tambahnya.

Baca Juga: Gunung Fuji Akhirnya KEMBALI BERSALJU, Tapi JMA Masih Tunda Pernyataan Resmi, Ini Sebabnya

Dampak erupsi ini meluas ke tiga kecamatan di Kabupaten Flores Timur, yaitu Kecamatan Wulanggitang, Kecamatan Ile Bura, dan Kecamatan Titehena.

Andriko mengonfirmasi bahwa terdapat 10 korban jiwa, terdiri dari 4 laki-laki dan 6 perempuan, serta 53 orang lainnya mengalami luka-luka dari berbagai desa seperti Dulipali, Klatanlo, dan Hokeng Jaya.

Korban yang terluka dirawat di Puskesmas Boru dan Puskesmas Lewolaga, sementara satu orang dirujuk ke RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka.

Baca Juga: Gunung Lewotobi Laki laki KEMBALI ERUPSI, Tinggi Kolom Abu Capai 5 KM di Atas Puncak, Warga DIminta Menjauh Minimal 7 KM

Masyarakat di sekitar gunung diminta tidak beraktivitas dalam radius tujuh kilometer dari pusat erupsi. Warga diimbau mengikuti arahan pemerintah daerah dan tetap waspada terhadap potensi banjir lahar jika terjadi hujan deras.

Bagi yang terpapar abu vulkanik, dianjurkan menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan.

“Tim dari BNPB pusat, Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan akan tiba besok pagi untuk berkolaborasi menangani dampak erupsi gunung berapi ini,” ujar Andriko.

Sebelumnya, pada Minggu (3/11/2024) malam, sebanyak 10 warga Desa Klatanlo dilaporkan tewas akibat tertimpa runtuhan bangunan rumah saat erupsi berlangsung. Hingga kini, status Gunung Lewotobi Laki-laki tetap berada di level IV (Awas). ***


#Ikuti aplikasi berita [Pojok Satu] di Play Store dan App Store: [Android] dan [iOS] untuk mendapatkan informasi terbaru.