Bantu Evakuasi Korban Bus Masuk Jurang di Wisata Guci, Pemkot Tangsel Kirim Ambulans

POJOKSATU.id, TANGSEL - Pemerintah Kota Tangerang Selatan bergerak cepat dengan mengerahkan bantuan tim medis untuk membantu korban bus masuk jurang di wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Minggu (7/5/2023) pagi.

Korban merupakan anggota pengajian Masjid Baitul Hanif di Kayu Gede, Pakujaya, Serpong Utara, Tangerang Selatan.

”Kami terjunkan tiga tim masing-masing 3 personel, 119 petugas. Saat ini mereka dalam perjalanan menuju lokasi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, Alin Hendalin Mahdaniar kepada wartawan, Minggu (7/5/2023).

Tim medis yang dikirim telah berkoordinasi dengan rumah sakit setempat untuk membantu percepatan penanganan para korban.

Sejumlah personel yang dikirim dilengkapi pula dengan peralatan medis.

”Kami akan melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit dan Puskesmas yang merawat korban,” jelasnya.

BACA JUGA: Cerita Mengerikan Sopir Bus Masuk Jurang Wisata Guci, Padahal Sudah Handrem dan Ban Diganjal

Sebagai informasi, total ada 59 warga Kota Tangerang Selatan yang terluka usai bus pariwisata yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di kawasan Guci, Tegal, Jawa Tengah.

Rombongan ini diketahui merupakan jemaah majelis taklim Masjid Baitul Hanif di Kayu Gede, Pakujaya, Serpong Utara, Tangerang Selatan.

Bus berwarna merah yang ditumpangi tampak hilang kendali lalu terjun ke dalam sungai.

Sementara, Romyani, sopir bus mengatakan pagi itu sebenarnya rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Pekalongan.

Sehingga, dia memanaskan mesin kendaraan sebelum melaju.

BACA JUGA: Kapolres Tegal Bantah Bus Masuk Jurang Wisata Guci

"Ini rombongan dari Tangerang. Rencananya, hari ini mau melanjutkan ke Pekalongan, sehingga saya memanaskan mesin, lalu turun lagi," katanya.

Saat itu dirinya turun dan ke belakang bus untuk berkoordinasi dengan panitia rombongan.

"Tiba-tiba bus jalan sendiri dan masuk ke jurang," sambungnya.

Akan tetapi, Romyani mengaku bingung kenapa bus sampai melaju sendiri.

"Padahal sudah direm tangan (handrem). Ban juga sudah diganjel. Sudah lengkap,” bebernya.

BACA JUGA: Korban Bus Masuk Jurang di Wisata Guci, 1 Meninggal dan 31 Luka

Romyani mengungkap bahwa bus yang ia sopiri itu membawa sekitar 50 orang.

Sebagian besar diantaranya sudah masuk ke dalam bus saat tiba-tiba melaju.

"Yang luka-luka saya belum tahu. Sudah dibawa ke rumah sakit,” pungkasnya. (Fandi/Pojoksatu)

Konten dan berita menarik lainnya dari Pojoksatu.id bisa dibaca di Google News