POJOKSULSEL.com, MAKASSAR - Bali United dalam tekanan seusai kalah dari Persija Jakarta pada pekan ke-18 Liga 1 2022-2023. Apalagi, lawan yang dihadapi pada pertandingan pekan – 19 bukan tim kaleng-kaleng.

Bali United yang berstatus tuan rumah bakal menjamu PSM Makassar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, Jumat (20/1/2023) pukul 17.00 WIB atau 18.00 WITA.

Taufan Pawe Ajak Pendukung PSM Makassar Silaturahmi dan Nobar

Selain bermain di luar kandang tanpa dukungan penuh suporter Serdadu Tridatu, rekor Bali United selama bermain di Yogyakarta, cukup buruk. Dari total sembilan pertandingan yang dimainkan, baik di Stadion Sultan Agung, Bantul, maupun Stadion Maguwoharjo, Sleman, Bali United meraih empat kekalahan, dua imbang, dan hanya memperoleh tiga kemenangan.

Satu kekalahan yang dialami Bali United diperoleh saat berlaga melawan PSM Makassar di Stadion Sultan Agung, Bantul, 17 Oktober 2021 lalu.

Prakiraan Cuaca Sulsel Hari Ini, Waspada Hujan Siang dan Sore Hari

Bali United saat itu menyerah dari PSM Makassar dengan skor 1 – 2. Kondisi ini sangat menyulitkan bagi Bali United yang terusir dari kandangnya sendiri, Stadion Kapten Dipta, Gianyar.

Namun, pelatih Bali United Stefano ‘Teco’ Cugurra tidak ingin menyalahkan keadaan. Teco justru menekankan kepada Privat Mbarga dkk untuk cepat beradaptasi dengan kondisi seperti saat ini.

Apalagi Bali United sudah pernah mengalami situasi serupa di mana tidak bisa bermain di kandang sendiri dan tanpa penonton.

Daftar Juara Piala AFF Sepanjang Sejarah : Thailand Sudah 7 Kali, Indonesia Masih Nihil

Musim lalu yang memakai format bubble alias terpusat di satu kota dan melarang adanya suporter mampu dilalui Bali United dengan gelar juara. Oleh karena itu, Teco mengingatkan pentingnya menjaga semangat bertanding dan mental tangguh untuk menyapu bersih semua laga di manapun dimainkan.

“Kami sekarang harus segera beradaptasi karena tidak bisa bermain di Stadion Dipta lantaran masih direnovasi untuk Piala Dunia. Kami harus bermain di Bantul melawan PSM. Kami harus segera beradaptasi,” ujar Coach Teco dilansir dari laman klub.

Menurutnya, bermain di kandang serasa tandang bukan kali ini saja dilalui Bali United. Teco mengatakan Bali United telah melewati semua tahapan pahit itu, bahkan membuktikan diri mampu menjadi juara dalam keadaan yang sulit.

“Kami sudah pernah melewati era Covid-19 dan bubble, bermain tanpa penonton. Sekarang saya pikir di Bantul sedikit penonton dan tidak banyak yang datang di sana, tidak masalah. Kami harus bermain sesuai jadwal dari federasi,” papar Coach Teco. (lia/jpnn/pojoksulsel)