POJOKSATU.id – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak dunia turut menjadi perhatian pemerintah Indonesia.

Salah satu jalur vital distribusi energi global, Selat Hormuz, bahkan disebut berpotensi terdampak konflik.

Namun Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan energi nasional tetap aman meski situasi global memanas.

Baca Juga: KABAR BAIK! Bahlil Pastikan Harga BBM Tak Naik Sampai Lebaran 2026

Menurut Bahlil, Indonesia sebenarnya tidak mengimpor bahan bakar minyak (BBM) jadi dari Timur Tengah. Yang diimpor adalah minyak mentah yang kemudian diolah di kilang dalam negeri.

“Yang kita impor dari Middle East itu minyak mentah,” kata Bahlil, dikutip Pojoksatu.id dari Youtube ESDM.

Minyak mentah tersebut kemudian diproses di kilang domestik sebelum didistribusikan menjadi berbagai jenis BBM untuk kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Heboh Stok BBM Disebut Tinggal 23 Hari, Bahlil Akhirnya Buka Suara: Jangan Dipelintir!

Ia menjelaskan bahwa porsi impor minyak mentah dari Timur Tengah hanya sekitar 20 hingga 25 persen dari total kebutuhan nasional.

Karena itu pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi gangguan distribusi energi di kawasan tersebut.

“Sekalipun Selat Hormuz ditutup, suplai kita sudah dialihkan ke Amerika, Afrika dan negara lain,” ujarnya.

Baca Juga: Harapan dan Doa Mantan Menag Quraish Shihab untuk Presiden Prabowo!

Langkah sumber impor ini dilakukan agar pasokan energi Indonesia tidak terlalu bergantung pada satu kawasan saja.

Selain Timur Tengah, Indonesia juga menjalin kerja sama dengan sejumlah negara produsen minyak di Afrika, Amerika Latin hingga kawasan lain.

Strategi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang sulit diprediksi.***