POJOKSATU.ID - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus mematangkan langkah strategis untuk mewujudkan swasembada energi nasional.

Salah satu fokus utama diarahkan ke wilayah Papua yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai basis produksi bahan baku etanol.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, Papua menjadi salah satu wilayah yang dipertimbangkan serius dalam pengembangan energi nabati.

Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui teks ini ==> Gerakan Anak Negeri

Menurutnya, bahan baku etanol dapat dihasilkan dari berbagai komoditas pertanian yang cocok dikembangkan di Papua.

“Etanol itu dari singkong, dari jagung, dari tebu, dan bahan baku lain. Saya pikir Papua salah satu wilayah yang bisa dijadikan sebagai bagian dari produksi bahan baku untuk etanol,” ujar Bahlil, dikutip pojoksatu.id dari bisniscom (17/12/2025).

Bahlil menjelaskan, dorongan menjadikan Papua sebagai sentra bahan baku etanol sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo dalam mencapai kemandirian energi.

Baca Juga: Formula Baru UMP 2026 Bikin Pengusaha Waspada, Beban Biaya Diprediksi Meningkat

Pemerintah ingin memastikan bahwa kebutuhan energi nasional dapat dipenuhi dari sumber daya dalam negeri tanpa ketergantungan berlebihan pada impor.

Ia menegaskan, target swasembada energi yang dicanangkan Presiden Prabowo tidak hanya bertumpu pada satu jenis sumber energi.

Pemerintah berkomitmen memaksimalkan seluruh potensi energi nasional, baik yang berasal dari sumber fosil maupun energi terbarukan berbasis nabati.

“Semua potensi energi dalam negeri akan dioptimalkan. Tidak hanya minyak dan gas, tetapi juga energi berbasis pertanian seperti etanol,” kata Bahlil.

Baca Juga: Nomor Serdik Belum Muncul di Info GTK Meski Dapodik Sudah Sinkron, Ini Penjelasan Resmi dan Solusi Guru Lulus PPG 2025

Papua dinilai memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan lahan dan kondisi alam yang mendukung pengembangan komoditas pertanian energi.

Tanaman seperti singkong, jagung, dan tebu dapat tumbuh dengan baik jika dikelola dengan perencanaan yang tepat serta melibatkan masyarakat lokal.

Selain memperkuat ketahanan energi, pengembangan etanol di Papua juga diharapkan memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

Baca Juga: Undip Kirim Mesin Penjernih Air ke Sumbar, Respons Kebutuhan Mendesak Korban Banjir

Program ini berpotensi membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong pembangunan ekonomi di wilayah timur Indonesia.

Namun demikian, Bahlil menegaskan bahwa pengembangan energi nabati harus dilakukan secara berkelanjutan.

Aspek lingkungan dan sosial tetap menjadi perhatian utama agar pemanfaatan lahan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Baca Juga: Beasiswa Pemerintah Brunei 2026 Dibuka, Peluang Kuliah Gratis hingga Magister

Pemerintah pusat, kata dia, akan mendorong sinergi dengan pemerintah daerah untuk memastikan kebijakan ini berjalan efektif.

Dukungan regulasi, pendampingan teknis, serta investasi akan disiapkan agar Papua benar-benar siap menjadi bagian penting dari rantai pasok energi nasional.

Dengan langkah ini, pemerintahan Presiden Prabowo optimistis Indonesia dapat melangkah lebih dekat menuju swasembada energi.

Baca Juga: Kenapa UMP 2026 Harus Diumumkan Sebelum 24 Desember 2025? Ini Penjelasannya

Papua diproyeksikan tidak hanya sebagai wilayah kaya sumber daya alam, tetapi juga sebagai pilar strategis dalam mewujudkan kedaulatan energi Indonesia di masa depan.***