POJOKSATU.ID – Belum lama ini sosok Kombes Pol Budhi Herdi tengah ramai jadi perbincangan publik.

Bagaimana tidak, eks Kapolres Jakarta Selatan (Jaksel) ini diketahui bahwa pangkatnya telah dipromosikan menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen).

Padahal, dirinya sempat diberhentikan secara tidak hormat dengan dicopot jabatannya dari Kapolres Jaksel.

Seperti diketahui, dicopotnya Budhi Herdi lantaran pernah terlibat dalam kasus eks Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo.

Baca Juga: Makin Bersinar! BRI Raih Dua Penghargaan Strategis di BI Awards 2024

Yang mana, dalam kasus tersebut Sambo menjadi dalang penembakan bawahannya yakni Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J).

Sebagaimana yang dilanisr Pojoksatu.id dari portal media JawaPos.com pada Minggu (21/1/2024).

Dalam artikelnya, Budhi dikonfirmasi telah dipromosikan menjadi Brigjen alias Jenderal Bintang 1.

Hal ini turut dikonfirmasi oleh Kapolri Listyo Sigit Purnomo melalui surat telegram Nomor ST/25/XI/KEP/2024.

“Dalam surat telegram tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga turut memutasi sebanyak 25 perwira menengah (Pamen),” seperti dikutip.

Baca Juga: BRI Liga 1: Head to Head dan Live Streaming PSBS Biak vs Malut United: Unggul Siapa?

“Tingkat Mabes Polri dan sejumlah Polda, salah satunya Kombes Pol Budhi Herdi,” lanjut kutipan dari artikel tersebut.

Tidak heran, kasus ini tengah menjadi perhatian publik hingga memicu perdebatan terkait sosok Budhi.

Sebab, eks Kapolres Jaksel ini sempat terlibat dalam kasus Sambo yang telah merenggut nyawa Brigadir J.

Yang mana, berdasarkan informasi beredar Budhi terbukti mengambil peran untuk menyebarkan berita palsu.

Hal ini dilakukan Budhi agar skenario pembunuhan Brigadir J sesuai dengan arahan eks kadiv Propam Polri tersebut.

“Budhi Herdi yang saat itu menjabat Kapolres Metro Jakarta Selatan diduga turut andil dalam menyebarkan skenario palsu yang direncanakan Ferdy Sambo,” pungkasnya. ***