POJOKSATU.ID - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan rencana pemerintah untuk melatih ribuan aparatur sipil negara (ASN) menjadi bagian dari komponen cadangan (komcad).
Program ini akan dimulai pada semester pertama tahun 2026 dan melibatkan sekitar 4.000 ASN dari berbagai kementerian dan lembaga yang berkantor di Jakarta.
Sjafrie menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari strategi pertahanan negara yang mengedepankan penguatan sumber daya manusia.
Baca Juga: 4.000 ASN Jakarta Akan Dilatih Jadi Komponen Cadangan, Ini Tujuan dan Perannya
ASN dinilai memiliki peran strategis tidak hanya sebagai birokrat, tetapi juga sebagai elemen pendukung pertahanan nasional.
“Semester pertama 2026 ASN sudah mulai kita latih. Untuk tahap awal ini dipusatkan di kementerian di Jakarta, kurang lebih 4.000 orang,” ujar Sjafrie, dikutip pojoksatu.id dari CNN Indonesia (1/2/2026).
Menurut Sjafrie, pelatihan komcad bagi ASN bertujuan menanamkan nilai nasionalisme, kedisiplinan, serta rasa cinta Tanah Air dalam pengabdian kepada negara.
Baca Juga: Lubang Amblas Aceh Tengah Makin Luas Capai 3 Hektar, Badan Geologi Sebut dari Batuan Vulkanik
Ia menegaskan bahwa pelatihan ini bukan untuk mengubah ASN menjadi prajurit aktif, melainkan membekali mereka dengan pemahaman dasar pertahanan negara.
ASN yang akan mengikuti pelatihan ini berada pada rentang usia 18 hingga 35 tahun.
Mereka akan mendapatkan pelatihan dasar militer yang disesuaikan dengan ketentuan komponen cadangan.
Baca Juga: Demo Warga Dipimpin Jenderal Polisi Dinilai Ancam Zona Olahraga Stadion Singaperbangsa Karawang
Materi pelatihan mencakup kedisiplinan, wawasan kebangsaan, serta kemampuan dasar bela negara.
Sjafrie menambahkan, program ini dirancang secara bertahap agar tidak mengganggu kinerja birokrasi pemerintahan.
Setelah menyelesaikan pelatihan, para ASN akan kembali ke instansi dan lembaga masing-masing untuk melanjutkan tugas dan fungsi pelayanan publik.
“Setelah pelatihan selesai, mereka akan dipulangkan ke tempat tugasnya masing-masing. Ini dilakukan bertahap dan terukur,” jelasnya.
Kementerian Pertahanan menilai, keterlibatan ASN dalam program komcad dapat memperkuat sinergi antara sektor pertahanan dan pemerintahan sipil.
Baca Juga: SELAMAT! 23.726 Peserta Lulus Administrasi PPPK KemenHAM 2025, Ini Tahapan Selanjutnya
Selain itu, program ini diharapkan mampu membentuk karakter ASN yang lebih tangguh, disiplin, dan memiliki kesadaran bela negara yang kuat.
Rencana pelatihan ASN menjadi komcad ini pun diprediksi akan menjadi perhatian publik. Di satu sisi, langkah ini dinilai sebagai terobosan dalam memperluas basis pertahanan negara.
Namun di sisi lain, muncul pula pertanyaan terkait kesiapan ASN mengikuti pelatihan militer di tengah tugas birokrasi yang padat.
Baca Juga: Bukan Menolong Korban, Mobil Brio Diduga Dikendarai Oknum Polisi Tancap Gas hingga Terjun ke Sungai
Meski demikian, Sjafrie menegaskan bahwa program ini telah dirancang dengan mempertimbangkan aspek efektivitas dan keberlanjutan.
Pemerintah ingin memastikan bahwa penguatan pertahanan negara dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas aparatur sipil.
Dengan dimulainya pelatihan pada 2026, pemerintah berharap ASN tidak hanya menjadi pelaksana kebijakan, tetapi juga memiliki kesadaran penuh akan peran strategisnya dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.***




