POJOKSATU.id– Usai diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Selasa 3/3/2026, gelombang sorotan publik langsung tertuju pada harta kekayaan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Dokumen Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang pernah ia serahkan ke KPK menunjukkan jumlah kekayaan yang tidak sedikit, bahkan untuk ukuran kepala daerah.
Total hartanya mencapai sekitar Rp 15,7 miliar, berdasarkan laporan per 31 Desember 2022data resmi terakhir yang tersedia untuk publik.
Baca Juga: Double THR ASN 2026, Benarkah Semua Daerah Bayar Dua Kali? Cek Faktanya
Dalam LHKPN tersebut, Fadia tercatat memiliki aset tanah dan bangunan bernilai lebih dari Rp 12 miliar.
Aset-aset itu tidak hanya berada di Pekalongan, tetapi juga tersebar di sejumlah kota besar seperti Jakarta dan Bogor.
Persebaran aset ini kini kembali dipertanyakan publik, terutama setelah KPK melakukan penyegelan di beberapa ruangan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Baca Juga: Keponakan Gubernur Rudy Mas’ud, Putri Amanda Resmi Pimpin Kadin Kaltim 2025–2030, Dilantik di IKN
Laporan kekayaannya semakin menarik perhatian karena Fadia juga memiliki sejumlah kendaraan mewah.
Termasuk Toyota Alphard dan Mitsubishi Pajero Sport, yang jika digabungkan nilainya mencapai lebih dari Rp 1,2 miliar.
Selain itu, ia juga melaporkan harta bergerak lainnya senilai ratusan juta rupiah serta kas dan setara kas hampir Rp 2 miliar.
Baca Juga: Double THR ASN 2026, Benarkah Semua Daerah Bayar Dua Kali? Cek Faktanya
Setelah dikurangi utang sekitar Rp 208 juta, total kekayaannya tetap berada di angka belasan miliar.
Data ini semakin mendapat perhatian karena kenaikan kekayaan Fadia terbilang signifikan selama beberapa tahun terakhir.
Media nasional mencatat bahwa nilai asetnya tumbuh stabil sejak ia menjabat bupati.
Kini, setelah OTT KPK yang menyeret dirinya, publik mulai mengaitkan kembali besarnya kekayaan tersebut dengan potensi aliran dana yang tengah ditelusuri oleh penyidik.
Hingga kini KPK belum merinci perkara yang menjerat Fadia.
Namun penyitaan dokumen, penyegelan ruangan, serta pemanggilan sejumlah pihak membuat publik menunggu perkembangan kasus ini dengan penuh perhatian.
Baca Juga: Keponakan Gubernur Rudy Mas’ud, Putri Amanda Resmi Pimpin Kadin Kaltim 2025–2030, Dilantik di IKN
Kekayaan Fadia yang sebelumnya hanya menjadi catatan formal dalam LHKPN kini berubah menjadi salah satu elemen penting dalam penyelidikan.
Sorotan terhadap kekayaan Fadia Arafiq menjadi bagian dari dinamika besar usai OTT KPK.
Sebuah fase yang dapat membuka banyak fakta baru mengenai perjalanan keuangan dan kekuasaan sang bupati.***




