POJOKSATU.id, JAKARTA—Arumi, ibu bocah malang Alvaro Kiano Nugroho (6) mengutarakan isi hatinya melalui unggahan di Instagram Storienya.
Arumi menginginkan anaknya bisa dikubur dengan layak dan dia akan menerimanya dalam keadaan apapun.
Namun di sisi lain, ternyata bagian rahang dari Alvaro Kiano masih tertinggal di TKP dan polisi melakukan pencarian kembali di kawasan Kali Cilalay, Tenjo, Kabupaten Bogor.
Baca Juga: Mencari Tulang Rahang Alvaro di Jembatan Cilalay Tenjo, Polisi Libatkan Anjing Pelacak
Arumi melalui akun Instagram @arumind8, Rabu (26/11) mengucapkan terima kasih kepada Polsek Pesanggrahan dan Polres Metro Jaksel atas bantuan pencarian anaknya selama ini.
Dia lalu berharap agar anaknya Alvaro Kiano bisa dikubur dengan layak.
“Saya ingin anak saya kembali dalam keadaan apapun. Dan saya ingin anak saya dikuburkan dengan layak. Saya mohon bantu doa baiknya,” jelas ibu Alvaro dalam video itu.
Rahang Alvaro Masih Hilang
Rahang milik bocah malang Alvaro Kiano Nugroho (6) ternyata masih hilang di pinggir sungai atau kali Cilalay kawasan Tenjo, Kabupaten Bogor.
Kiano Nugroho diculik dan dibunuh ayah tirinya Alex Iskandar pada Maret 2025 lalu dan jasadnya dibuang dalam kantong plastik hitam di pinggir Kali Cilalay.
Baca Juga: Arumi Ibu Kandung Alvaro Kiano Ungkap Belum Bisa Klarifikasi, Dianggap Tak Jujur Sejak Kasus Muncul
Sesudah 8 bulan kemudian, jasadnya berhasil ditemukan dalam bentuk kerangka manusia. Namun rahangnya ternyata belum ditemukan polisi.
Upaya pencarian bagian rahang korban terus dilakukan polisi di sekitar penemuan mayat korban.
“Kegiatan hari ini mau penyisiran lagi dengan anjing pelacak di Tenjo untuk mencari rahang diduga milik korban,” kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly saat dikonfirmasi, Rabu (26/11).
Pencarian Rabu hari ini dilakukan dengan bantuan anjing pelacak. Dan difokuskan pada penyisiran untuk mencari rahang korban.
Pencarian dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Ardian Satrio, melibatkan tim dokter Polri serta unit K9 Mabes Polri.
Menurutnya, pra rekonstruksi sudah dilakukan polisi setelah tersangka ditangkap Polda Metro Jaya.***




