POJOKSATU.ID- Kantor SAR Banten menyatakan operasi pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten, pada Kamis (10/9) akan diperluas dengan penyisiran ke arah utara sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK).

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad di Pandeglang, mengatakan terkait strategi pencarian lanjutan, difokuskan operasi di sisi selatan telah tercover penuh hingga radius kurang lebih 20 NM (Nautical Mile) dari titik tengah Anak Gunung Krakatau.

Namun demikian pada hari ini Tim SAR gabungan berencana memperluas area pencarian ke sisi utara dengan tetap berada di sekitar kawasan Anak Gunung Krakatau. Perluasan ini disesuaikan dengan hasil perhitungan arus, pergeseran ombak, serta arah angin.

Baca Juga: Hadir dengan Sentuhan Baru, Honda CT125 Makin Ikonik dan Berkarakter

"Untuk besok, mungkin kita akan memperluas ke sisi utara sesuai dengan perhitungan arus dan pergeseran ombaknya, angin seperti itu," ucapnya.

Sementara itu terkait potensi penambahan personel maupun armada, pihaknya akan terus melakukan penambahan menyusul evaluasi yang dilakukan pada Rabu (9/9). Di sisi lain, unsur TNI AL melalui Danlanal dipastikan tetap mengerahkan kapal besar untuk membantu proses pencarian sambil melakukan lego jangkar di sekitar lokasi.

"Operasi yang tengah berjalan difokuskan pada pencarian, mengingat kondisi medan yang tidak memungkinkan untuk melakukan evakuasi penyelamatan secara langsung," ujarnya dikutip antara.

Baca Juga: Sebelum Memasang APK Betting, Periksa Sumber dan Akunnya Lebih Dulu

Untuk faktor aktivitas vulkanik Anak Gunung Krakatau yang masih berstatus aktif dengan radius rekomendasi dari PVMBG sejauh 3 kilometer serta kondisi arus di Selat Sunda yang cukup ekstrem, pihaknya tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memperhatikan keselamatan.

"Berdasarkan pantauan di lapangan, angin dan gelombang laut terpantau semakin kencang menjelang siang dan sore hari. Adapun tinggi gelombang di perairan tersebut pada hari ini tercatat bervariasi antara 1 hingga 2 meter," kata al Amrad.***