POJOKSATU.ID - Suasana rapat kerja Komisi VIII DPR RI bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Sosial, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mendadak mencuri perhatian publik.
Bukan hanya karena topik serius yang dibahas, melainkan aksi tak terduga dari anggota Komisi VIII DPR RI, Sigit Purnomo atau yang lebih dikenal sebagai Pasha Ungu.
Rapat yang digelar di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (3/2/2026), awalnya berlangsung formal dengan agenda pembahasan penanganan bencana, khususnya banjir yang belakangan kembali melanda sejumlah daerah di Indonesia.
Baca Juga: Komunikasi Bisnis Jadi Kunci Keberhasilan Dunia Usaha dan Organisasi
Pasha, yang kini menjadi politikus Partai Amanat Nasional (PAN), mengawali intervensinya dengan menyoroti frekuensi bencana banjir yang dinilai terus berulang setiap tahun.
Dalam forum tersebut, Pasha mempertanyakan langkah konkret BNPB dalam mengantisipasi dan memitigasi banjir yang seolah tak pernah tuntas.
Ia menyinggung kondisi masyarakat yang kembali menjadi korban, sementara persoalan klasik seperti alih fungsi lahan dan buruknya sistem drainase terus berulang tanpa solusi menyeluruh.
Baca Juga: Kenali Pola Komunikasi Bisnis untuk Tingkatkan Kinerja Perusahaan dan Organisasi
Namun, di tengah penyampaian kritiknya, Pasha tiba-tiba melakukan hal yang tidak biasa.
Mantan vokalis band Ungu itu secara spontan menyanyikan sepenggal lirik lagu Separuh Aku yang dipopulerkan oleh grup band Noah.
Aksi tersebut sontak mengubah suasana rapat yang sebelumnya serius menjadi lebih cair.
Baca Juga: Megawati Bertanya dengan Nada Pilu: Kapan Ya Punya Kapolri seperti Hoegeng Lagi?
“Jangan sampai, kalau kata Noah, Pak, ‘dan terjadi lagi… kisah lama yang terulang kembali’,” ujar Pasha, dikutip pojoksatu.id dari kumparan.com.
Ungkapan itu ia gunakan sebagai metafora atas kondisi bencana banjir yang terus berulang dari tahun ke tahun tanpa penyelesaian yang tuntas.
Meski terdengar santai, pesan yang ingin disampaikan Pasha dinilai cukup tajam.
Ia menekankan agar pemerintah, khususnya BNPB dan kementerian terkait, tidak terjebak pada pola penanganan yang bersifat reaktif.
Menurutnya, upaya mitigasi dan pencegahan harus lebih diperkuat agar tragedi yang sama tidak terus terulang.
Baca Juga: Tadinya Menolak, Kini MUI Ikut Dukung Prabowo Tetap di Board of Peace Demi Perjuangan Palestina
Aksi bernyanyi Pasha di ruang rapat DPR itu pun langsung menjadi sorotan.
Banyak pihak menilai cara tersebut sebagai bentuk komunikasi yang unik, memanfaatkan latar belakangnya sebagai musisi untuk menyampaikan kritik dengan bahasa yang lebih membumi dan mudah dipahami.
Di sisi lain, rapat tersebut tetap menegaskan urgensi penanganan bencana secara serius.
Baca Juga: Riza Chalid Diduga di Singapura atau Malaysia, Kejagung Bocorkan Masih di Wilayah ASEAN
Komisi VIII DPR mendorong sinergi antar lembaga agar penanganan banjir tidak hanya fokus pada bantuan saat bencana, tetapi juga pada upaya pencegahan jangka panjang.
Momen Pasha Ungu menyanyikan lagu Noah di gedung parlemen akhirnya menjadi pengingat bahwa isu bencana bukan sekadar rutinitas tahunan.
Di balik candaan dan lirik lagu, terselip pesan tegas agar kisah lama banjir tidak terus terulang dan rakyat kembali menjadi korban.***




