POJOKSATU.id, PEMALANG— Sejak Minggu (28/12/2025) malam, siswa SMAN 5 Magelang, Ali Syafiq (18) hilang di Gunung Slamet, Jawa Tengah.

Sudah dua minggu Syafiq Ridhan Ali Razan, nama lengkap siswa kelas 12 ini bak hilang ditelan bumi di Gunung Slamet.

Namun kabar terbaru menyebutkan, tiba-tiba saja sepatu milik Ali terlihat di kawasan Segara Wedi, dekat puncak Gunung Slamet, Minggu (11/1).

Kabar tersebut juga diunggah di akun Instagram @jejakpendaki.

Disebutkan, saat proses pencarian di sekitar Pos 5 jalur pendakian Gunung Slamet, para relawan bertemu dengan seorang pendaki bernama Rival.

Baca Juga: Heboh! Pernyataan Pemandu Ziarah Banyak Disorot, Lorong Makam Sunan Gunung Jati Disebut Jalan ke Mekkah

Kepada tim pencari, Rival menyampaikan Ali diduga berada di sekitar kawasan Segara Wedi.

Menurut keterangan Rival, sepatu milik Ali masih terlihat di lokasi tersebut, namun dalam kondisi tertimbun pasir.

Temuan ini menjadi petunjuk penting bagi tim relawan yang sejak awal terus menyisir jalur pendakian hingga mendekati puncak.

Meski waktu telah menunjukkan pukul 15.00 WIB, semangat relawan tidak surut.

Mereka tetap berupaya melanjutkan pendakian menuju puncak Gunung Slamet untuk menindaklanjuti informasi tersebut. Namun, kondisi alam berubah drastis.

Baca Juga: Jangan Nekat! Daftar Gunung yang Ditutup Selama Libur Nataru 2025–2026

Cuaca di kawasan Segara Wedi dilaporkan memburuk. Badai turun disertai angin kencang, dengan jarak pandang yang sangat terbatas, hanya sekitar dua meter.

Demi keselamatan bersama, tim relawan akhirnya memutuskan untuk menghentikan sementara upaya pencarian dan turun ke area yang lebih aman.

Diketahui, pendaki bernama Syafiq Ridhan Ali Razan (18) asal Magelang hilang di Gunung Slamet. Dimana Ali dilaporkan tidak kembali dari puncak sejak Minggu (28/12/2025) malam.

Dia mendaki bersama temannya, Himawan Choidar Bahran, melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Sabtu (27/12/2025).

Keduanya memang melakukan pendakian sistem tektok atau naik dan langsung turun kembali tanpa menginap. Berbagai upaya sudah dilakukan oleh tim SAR gabungan, guna menemukan Ali Syafiq.

Namun hingga Minggu malam, keduanya tidak kembali ke basecamp. Pengelola basecamp lantas melakukan pengecekan jalur pendakian Gunung Slamet.

Setelah dilakukan pencarian, usai dilaporkan tak kembali ke basecamp, pada Senin (29/12/2025) pagi, tim menemukan Himawan di sekitar Pos 9 atau sekitar 100 meter dari puncak Gunung Slamet, dengan kondisi lemas dan cedera kaki.

Himawan kemudian dievakuasi ke basecamp untuk mendapatkan perawatan medis. Berdasar keteranganya kepada tim SAR, Ali Syafiq turun lebih dahulu untuk mencari bantuan.***