POJOKSATU.id, JATENG— Syafiq Ridhan Ali Razan (18) atau Ali Syafiq, siswa SMAN 5 Magelang yang ditemukan meninggal dunia di Gunung Slamet diduga terjatuh ke hjurang.
Hasil visum RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga, Jateng, Ali mengalami patah tulang paha kiri. Ali juga mengalami luka berukuran 6 x 5 sentimeter di bagian kakinya.
Dia menegaskan pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti luka tersebut.
Diketahui, Ali Syafiq ditemukan dalam kondisi telungkup di lereng di dekat puncak, Rabu (14/1) siang setelah belasan hari pencarian.
Baca Juga: Kesaksian Himawan, 3 Malam Bersama Ali Berjuang Keluar dari Gunung Slamet, Sempat Saling Menyalahkan
Dokter Gunawan Santosa dari IGD RSUD Goeteng Taroenadibrata menjelaskan, pihaknya melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah Syafiq Ali dari kepala hingga anggota gerak bawah.
“Kami lakukan pemeriksaan dari kepala sampai anggota gerak paling bawah, dan ini yang paling utama, kami menemukan jenazah sudah dikerumuni belatung,” kata Gunawan kepada wartawan, Kamis (15/1).
Gunawan mengungkapkan, belatung yang ditemukan memiliki ukuran terpanjang sekitar 1,5 sentimeter.
“Kita patokan dari ukuran belatungnya itu, diperkirakan mungkin kurang lebih sudah (meninggal) 15 hari sejak pemeriksaan ini,” ujar dia.
Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Magelang hilang di Gunung Slamet sejak Sabtu (27/12).
Baca Juga: PLN UPT Bekasi Perkuat Keandalan Listrik Lewat Pemeliharaan GI Rajapaksi
Dari hasil pemeriksaan bagian kepala, leher, dada, hingga perut, tim medis tidak menemukan jejas yang mengarah pada tanda-tanda penganiayaan.
Namun, pada pemeriksaan anggota gerak bawah, ditemukan luka berukuran 6 x 5 sentimeter serta indikasi patah tulang di bagian paha kiri.
Meski demikian, Gunawan menegaskan pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti luka tersebut.
“Kalau penyebab pastinya kita tidak bisa memastikan ya karena kami hanya memeriksa luarnya saja, insyaallah tidak ada (penganiayaan),” ungkap Gunawan.
Diketahui, Ali Syafiq dinyatakan hilang sejak Senin (29/12/2025) setelah mendaki Gunung Slamet bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran, Sabtu (27/12/2025) malam melalui basecamp Dipajaya, Pemalang.***




