POJOKSATU.ID – Belum lama ini viral di media sosial terkait acara perpisahan SMAN 1 Sungai Tabuk, Banjar, Kalimantan Selatan.
Yang mana, acara perpisahan tersebut digelar di sebuah klub malam atas persetujuan Elly Agustina selaku Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Sungai Tabuk.
Terpilihnya klub malam Hexagon sebagai lokasi momen terakhir para murid merasakan euforia sekolah diungkap oleh Elly Agustina.
Berdasarkan informasi dihimpun, alasan Kepsek SMAN 1 Sungai Tabuk pilih klub malam sebagai media acara tidak lain lantaran sajian yang dihidangkan.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial milik portal @radarsurabaya pada Sabtu (17/5/2025).
Dalam unggahannya, tampak jelas sosok Elly memberikan tanggapan terkait alasan dirinya menggelar acara tersebut.
Baca Juga: Sosok Elly Agustina, Kepsek SMAN 1 Sungai Tabuk Viral Usai Gelar Acara Perpisahan di Klub Malam
“Ya kita lihat, karena akesnya mungkin bisa terjangkau oleh semua siswa, jangakauannya dekat,” jelasnya.
“Kemudian, kondisi daerahnya juga aman, dan intinya di dalam pelaksanaan aman, terkendali,” lanjutnya.
“Semua yang disajikan, makanannya mantap, luar biasa, the best lah untuk Hexagon” imbuh Kepsek SMAN 1 Sungai Tabuk.
Tidak hanya itu, Elly juga menuturkan baha ada Kemungkinan pihaknya akan menggelar acara serupa di kemudian hari.
Hal tersebut disampaikan olehnya, saat ditanya oleh salah satu pihak manajemen Hexagon, selaku penyedia tempat.
“InsyaaAllah (tahun depan digelar di Hexagon lagi),” tandasnya yang dikutip dari akun portal media.
Usut punya usut, Elly yang tengah ramai disorot usai gelar acara perpisahan di klub mala mini ternya sudah mendapat teguran.
Yang mana, terguran itu disampaikan langsung oleh pihak Dinas Pendidikan dan Budaya (Disdikbud) Kalimantan Selatan.
“Pada Rabu (14/5/2025) saya dipanggil Kepala Bidang SMA Disdikbud Kalsel, saya mendapat teguran lisan berupa peringatan keras,” jelas Elly.
Baca Juga: Polisi Kumpulkan Saksi dan Alat Bukti, Terkait Temuan Kakak Adik yang Tewas Dibunuh Secara Sadis
“Agar kejadian ini tidak terulang kembali, dan jika terulang maka mendapatkan sanksi yang lebih berat,” lanjutnya. ***



