POJOKSATU.ID - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkap visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan Batam sebagai gerbang ekonomi dunia.
Di bawah kepemimpinan Prabowo, Batam tidak hanya diproyeksikan unggul di tingkat Asia Tenggara, tetapi juga mampu bersaing secara global.
Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Batam, Kepulauan Riau.
Baca Juga: Sultan Ahmed Camii, Ikon Mavi di Jantung Istanbul yang Memukau Dunia
Ia menegaskan, pembangunan ekonomi Batam menjadi salah satu perhatian utama pemerintah saat ini.
“Saat ini di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto kita ingin membangun ekonomi Batam sendiri terus menjadi salah satu laboratorium, di mana menjadi gerbang atau pintu ekonomi di tingkat kawasan Asia Tenggara tapi juga dunia,” ujar AHY, dikutip pojoksatu.id dari liputan6.
Menurutnya, semangat awal pendirian Batam sebagai kawasan strategis harus terus dijaga dan dikawal.
Baca Juga: Hukum Keramas dan Mandi Besar sebelum Ramadan, Wajib atau Cuma Tradisi? Ini Penjelasannya
Pemerintah ingin memastikan sektor ekonomi, bisnis, hingga pariwisata di Batam terus tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.
Salah satu keunggulan Batam yang menjadi sorotan adalah statusnya sebagai kawasan perdagangan bebas atau free trade zone (FTZ).
Kebijakan ini dinilai mampu menjadi daya tarik utama bagi investor dalam dan luar negeri.
Baca Juga: 50.000 Tentara Israel Punya kewarganegaraan Ganda Sejak Perang Gaza, Satu Tercatat dari Indonesia
Dengan berbagai insentif fiskal dan kemudahan regulasi, Batam memiliki modal kuat untuk memperluas basis industrinya.
AHY menekankan bahwa penguatan sektor industri menjadi kunci agar Batam tidak hanya bergantung pada ekspor bahan mentah.
Pemerintah mendorong strategi hilirisasi guna menciptakan nilai tambah dari setiap sumber daya yang dimiliki.
“Memang industrinya harus terus kita perkuat. Hilirisasi juga menjadi bagian penting, tidak mungkin kita hanya mengekspor sumber daya alam kita, kita harus punya nilai tambah,” tegas AHY.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Investasi, Sona Maesana, menyebut posisi Batam semakin strategis dalam peta investasi nasional.
Baca Juga: MUI Tegas Larang Ormas Sweeping Restoran Saat Ramadhan: Saling Menghormati Antarumat Beragama
Dalam periode 2020 hingga Semester I 2025, Batam tercatat menyumbang 1,67 persen terhadap total investasi nasional dengan pertumbuhan rata-rata hampir 9 persen per tahun.
Singapura menjadi salah satu investor terbesar yang menanamkan modalnya di kawasan tersebut.
Tak hanya itu, empat dari 25 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) nasional berada di Batam.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Hukum Tak Boleh Dipakai Serang Lawan Politik, Dinilai Perkuat Kepercayaan Publik
Hal ini semakin memperkokoh posisi Batam sebagai pusat manufaktur, logistik, serta pengembangan data digital di Indonesia.
Pemerintah pun membuka peluang seluas-luasnya bagi investor untuk masuk ke sektor hilirisasi industri, energi terbarukan, teknologi digital, dan logistik.
Dengan letak geografis yang strategis di jalur perdagangan internasional, Batam dinilai memiliki potensi besar menjadi hub ekonomi yang diperhitungkan di tingkat global.
Baca Juga: Ga Punya Hati! Viral Uang Nenek Penjual Nasi Uduk di Bekasi Raib Rp4 Juta, Modusnya Pura Pura Beli!
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintahan Prabowo dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berdaya saing tinggi di kancah dunia.***




