POJOKSATU.id, JAKARTA-- Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni langsung menanggapi kasus tewasnya Brigpol Setyo Herlambang di rumah dinas Kapolda Kaltara.
Atas kejadian tewasnya Brigpol Setyo Herlambang itu, Politisi Nasdem Ahmad Sahroni langsung menandai atau mencolek akun Instagram pribadi Kapolri Jenderal Listyo Sigit.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini juga meminta Kapolri segera memeriksa Kapolda Kaltara Irjen Daniel Adityajaya atas kasus tewasnya Brigpol Setyo Herlambang di dalam kamar di rumah dinas Kapolda.
Ahmad Sahroni pun yakin Kapolri Jenderal Sigit pasti akan transparan mengungkap kasus tewasnya Brigpol Setyo Herlambang.
Baca Juga: Update Jumlah Korban Kecelakaan Tol Bawen Semarang, 3 Orang Meninggal, 9 Luka-luka
"Saya sih yakin Pak Kapolri @listyosigitprabowo gak pake lama turunin Tim Khusus untuk Mengetahui apa yang terjadi," kata Ahmad Sahroni di akun instagramnya, Sabtu 23 September 2023.
Anggota DPR RI yang membawahi Institusi Korps Bhayangkara ini meminta agara Kapolda Kaltara turut diperiksa dalam kasus tewasnya sang ajudannya.
"Kapolda wajib diperiksa," ujarnya.
Tak hanya Kapolda Kaltara Irjen yang patut diperiksa, kata dia, namun para penghuni rumah dinas jenderal bintang dua itu, juga harus dilakukan pemeriksaan secara tuntas.
Baca Juga: Analisa Pakar Psikologi Forensik Tewasnya Brigpol Setyo Herlambang, Ajudan Kok Ikutan Masuk Kamar
Hal itu dilakukan guna untuk mengantisipasi beredarnya kabar liar atau sepekulasi masyarakat terkai kasus rekayasa seperti kasus Ferdy Sambo.
"Orang seisi rumah juga wajib di periksa agar semua bisa terungkap kejadian meninggal ajudan tersebut dengan bersimpah darah," tulisnya lagi.
Sementara itu, Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri mempertanyakan penyebab kematian Brigpol Setyo Herlambang, yang masih penuh dengan dengan teka-teki.
Pasalnya bila merujuk pada kesimpulan pihak kepolisian yang menyebut penyebab meninggalnya Brigpol Setyo Herlambang karena kelalaian korban.
Baca Juga: Kecelakaan Maut Tol Exit Bawen Semarang, Orang-orang Bergelimpangan di Jalan
Namun banyak pihak yang menilai kasus tewasnya Brigpol Setyo Herlambang mirip-mirip kasus Ferdy Sambo.
"Bagaimana cara polisi memastikan bahwa itu kecelakaan dan bukan bunuh diri atau lainnya?," tanya Reza saat dihubungi pojoksatu.id, Sabtu 23 September 2023.
Sedangkan kata Reza, jika melihat kronologi kejadian versi kepolisian, Brigpol Setyo Herlambang itu tewas tertembak akibat kelalaiannya yang terjadi pada pukul 13.10 WITA.
Jam kejadian korban meninggal itu, lanjutnya, terjadi pada jam kerja. Hal tersebut dinilai tidak masuk akal bila Brigpol Setyo Herlambang meninggal karena kelalaian dalam penggunaan senjata api.
Baca Juga: Gerindra Respon Sikap Alumni 212 yang Tak Mau Lagi Dukung Prabowo Subianto
"Masih jam kantor. Mengapa ajudannya di rumah dinas Kapolda? Atau Kapolda pada saat itu masih istirahat di rumah?," tuturnya.
Harusnya sebagai ajudan, kata Reza, Brigpol Setyo Herlambang sudah stand by di depan rumah atasannya itu. Namun kemudian cerita kronologinya bak kejadian Ferdy Sambo.
"Ajudan semestinya stand by di depan rumah. Tidak malah ikut-ikutan istirahat di kamarnya," tegasnya.
Karena itu, Reza menyarankan pihak Polri harus mengusut tuntas kasus meninggalnya Brigpol Setyo Herlambang, termasuk harus memeriksa CCTV di lokasi kejadian.
Baca Juga: Perpusnas RI Gelar PILM Tasikmalaya, Literasi Masyarakat dengan Konten Lokal
"Mulai dari cek CCTV untuk membaca pergerakan dan posisi Kapolda," tegasnya.
Kejadian yang menewaskan ajudan Kapolda bernama Brigpol Setyo Herlambang terjadi pada Jumat (22/9/2023) sekitar pukul 13.10 WITA di rumah dinas Kapolda di dalam kamar korban sendiri.
Di samping korban, ditemukan senjata api jenis HS-9 dengan nomor senpi: HS178837. Senjata api tersebut adalah milik korban sendiri yang merupakan inventaris dinas.
Hasil olah TKP sementara diyakini korban saat itu seorang diri di dalam kamarnya. Di sisi lain ditemukan senjata api di dekat korban.***



