POJOKSATU.ID-Seorang bocah perempuan (7) ini diperkosa pamannya hingga mengalami pendarahan. Atas perbuatannya pelaku ditangkap Tekab 308 Presisi di wilayah Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, pada Sabtu ( 15/3).

Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Khairul Yassin Ariga, mengungkapkan pelaku inisial BS (24) merupakan paman dari korban berhasil ditangkap tanpa perlawanan saat sedang berada di rumahnya.

"Tersangka BS ditangkap pada pukul 19.30 WIB, di kediamannya yang juga berada di Kecamatan Pugung, Tanggamus," kata AKP Khairul Yassin mewakili Kapores Tanggamus AKBP Rivanda.

Baca Juga: Rekrutmen Bersama BUMN 2025 Diperpanjang Hingga 19 Maret! Jangan Lewatkan Kesempatan Emas Ini!

Setelah dilakukan interogasi, pelaku mengakui perbuatannya kepada korban. Pengakuan tersebut juga didukung oleh barang bukti yang diamankan di lokasi kejadian.

Kasat menjelaskan, kasus bermula saat seorang anak perempuan berusia 7 tahun yang masih duduk di bangku kelas 1 SD mengalami pendarahan pada alat vitalnya pada sekitar pukul 20.30 WIB.

Saat kejadian, ibu korban sedang bekerja sebagai asisten rumah tangga di Palembang, sehingga korban tinggal bersama neneknya di Kecamatan Pugung.

Sang nenek yang melihat kondisi cucunya mengalami pendarahan awalnya mengira korban terjatuh. Ia kemudian menelepon ibu korban untuk memberitahukan kondisi tersebut.

Ibu korban yang tidak dapat pulang karena sedang bekerja di luar kota kemudian menghubungi kerabatnya untuk memeriksa kondisi anaknya.

Baca Juga: Bank Penyalur TPG untuk Guru Non ASN Baru Termasuk PPG Piloting 1, 2, dan 3! Segera Aktivasi Rekening!

"Korban awalnya tidak mau bercerita tentang apa yang terjadi. Setelah didekati dan dibujuk beberapa saat, akhirnya korban mengaku telah menjadi korban kejahatan seksual yang dilakukan oleh pamannya sendiri," jelasnya.

Berdasarkan pengakuan korban, pelaku yang adalah paman korban melakukan tindakan tidak senonoh terhadap korban di sebuah selokan aliran air yang berada di belakang rumah pelaku.

"Kejadian tersebut mengakibatkan korban mengalami pendarahan pada area vitalnya," jelasnya dikutip rmollampung.

Saat ini tersangka BS ditahan di Polres Tanggamus bersama dengan barang bukti berupa satu stel pakaian anak warna ungu milik korban, satu lembar baju kemeja milik pelaku, satu lembar celana panjang milik pelaku, dan satu lembar celana dalam milik pelaku.

Baca Juga: Ridwan Kamil ‘Menghilang’ 3 Bulan di Medsos, Kini Terseret Kasus Bank BJB, Punya Harta Rp22 Miliar

Atas perbuatanya, tersangka dikenakan Pasal 76D Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 81 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2022 Tentang Perlindungan Anak.

"Pasal tersebut memuat ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun. Pelaku memiliki hubungan keluarga dengan korban, sebagaimana kasus ini, hukuman dapat ditambah sepertiga dari ancaman pidana tersebut," tegasnya.

Dalam hal ini, korban telah mendapatkan pendampingan dari Unit PPA Polres Tanggamus untuk pemulihan psikologis dan fisik pasca kejadian traumatis tersebut.

Polres Tanggamus juga telah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial dan P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Kabupaten Tanggamus untuk memberikan pendampingan lebih lanjut.

Baca Juga: REFLEKSI Nuzulul Quran 2025, Sejarah, Makna, dan Hikmah Turunnya Al Quran, Menghidupkan dengan AMALAN NYATA dan Tebar Kebaikan

"Kami akan terus memantau kondisi korban dan memastikan anak mendapatkan perlindungan serta pemulihan yang optimal," ujarnya.

Lebih lanjut, Kasat mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya orangtua dan keluarga, untuk selalu waspada dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak.

"Kejahatan seksual terhadap anak seringkali dilakukan oleh orang terdekat atau yang dikenal oleh anak. Oleh karena itu, pengawasan dan komunikasi yang baik dengan anak menjadi sangat penting," tutupnya.***