POJOKSATU.id - Situasi kelistrikan di tiga provinsi Sumatera memasuki fase krusial setelah banjir dan longsor besar membuat ratusan desa gelap gulita selama berhari-hari.
Di tengah kondisi yang kian tak menentu, pemerintah pusat menerima gelombang surat permohonan dari para kepala daerah untuk mendapatkan keringanan tarif listrik.
Lonjakan permintaan inilah yang akhirnya membuat pemerintah bergerak cepat menyiapkan kebijakan diskon listrik darurat bagi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Baca Juga: Unnes Buka Penerimaan Mahasiswa Baru 2026, Kuota Naik jadi 12.470 di 76 Prodi
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi langsung bahwa diskon listrik memang sedang disiapkan.
Ia mengaku permohonan dari pemerintah daerah menjadi salah satu dasar kuat bagi Kementerian ESDM untuk mengambil langkah cepat.
“Nah untuk itu ada surat permohonan dari beberapa Kepala Daerah kepada kami untuk meminta diskon listrik di wilayah lokasi bencana,”
Baca Juga: Siswa SMA Ciptakan LUMA, Headset AI Murah untuk Bantu Pasien Stroke dan ALS Bicara Kembali
Tegas Bahlil dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip pojoksatu.id dari idn times (8/1/2026).
Kondisi lapangan memang tidak main-main. Banyak jaringan listrik yang rusak parah, mulai dari gardu, tiang tegangan rendah, hingga kabel yang tertimbun material banjir dan longsor.
Akibatnya, ratusan desa belum mendapatkan listrik hingga hari ini.
Baca Juga: Unnes Buka Penerimaan Mahasiswa Baru 2026, Kuota Naik jadi 12.470 di 76 Prodi
Pemerintah sudah mengirim sekitar seribu unit genset ke wilayah terdampak.
Tetapi langkah itu tetap belum cukup menutup seluruh kebutuhan warga, khususnya di titik pengungsian yang membutuhkan penerangan 24 jam.
Dalam situasi itulah permintaan resmi dari kepala daerah datang bertubi-tubi. Mereka menilai warga kini menanggung beban berlapis
kehilangan rumah, kerusakan lahan, dan kesulitan ekonomi setelah bencana.
Keringanan tarif listrik dianggap menjadi solusi paling cepat untuk meringankan tekanan ekonomi masyarakat.
Menanggapi desakan itu, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah pada prinsipnya akan mengabulkan permohonan diskon.
Namun, skema dan besarannya perlu dihitung secara cermat agar sesuai kemampuan anggaran negara.
“Prinsipnya Kementerian ESDM akan memberikan diskon. Namun kita lagi exercise berapa bulan dan biayanya berapa. Jadi kita lagi menghitung,” jelasnya dikutip pojoksatu.id dari tirto.id
Baca Juga: Unnes Buka Penerimaan Mahasiswa Baru 2026, Kuota Naik jadi 12.470 di 76 Prodi
Kementerian ESDM kini sedang menyusun hitungan lengkap terkait durasi potongan tarif, nilai diskon, serta wilayah spesifik yang masuk dalam kategori bencana berat.
Setelah perhitungan selesai, laporan final akan disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan keputusan akhir.
Jika disetujui, kebijakan ini akan menjadi salah satu bentuk respons cepat pemerintah terhadap krisis energi pascabencana.
Bahlil juga menegaskan bahwa diskon listrik ini tidak berlaku untuk semua wilayah, hanya untuk daerah bencana.
Hal ini ia sampaikan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau tuntutan dari wilayah yang tidak terdampak bencana.
“(Wilayah lain) Enggak. Jadi ya jangan sampai yang terkena bencana, saudara-saudara kita yang kena bencana dan yang tidak kena disamakan dong, jangan ya,” ujarnya di Kompleks Kementerian ESDM.
Klarifikasi ini sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah ingin memastikan bantuan tepat sasaran.
Diskon khusus ini diproyeksikan menjadi kebijakan jangka pendek yang akan membantu masyarakat selama masa pemulihan listrik.
Dengan kerusakan jaringan yang masih luas dan hujan yang terus mengguyur beberapa kawasan, proses perbaikan diperkirakan membutuhkan waktu lebih panjang.
Baca Juga: Unnes Buka Penerimaan Mahasiswa Baru 2026, Kuota Naik jadi 12.470 di 76 Prodi
Sementara itu, warga di tiga provinsi tersebut masih hidup dalam ketidakpastian.
Banyak yang harus bergantian menggunakan genset, sebagian lagi mengandalkan penerangan seadanya di malam hari.
Kondisi ini tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga mengganggu layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.
Baca Juga: Unnes Buka Penerimaan Mahasiswa Baru 2026, Kuota Naik jadi 12.470 di 76 Prodi
Apabila skema diskon ini resmi dikeluarkan Presiden dalam beberapa hari ke depan.
Maka Aceh, Sumut, dan Sumbar akan menjadi provinsi pertama yang menerima diskon listrik khusus bencana dalam skala besar dalam beberapa tahun terakhir.
Publik kini menunggu pengumuman detail besaran potongan dan durasi kebijakan tersebut.
Yang diprediksi menjadi penopang penting bagi pemulihan ekonomi di wilayah terdampak bencana terbesar awal 2026 ini.***




