POJOKSATU.id, RIAU— Tim gabungan Polresta Pekanbaru dan Polda Riau berhasil menangkap empat pelaku pembunuhan ibu lansia di Rumbai Kota Pekanbaru yang terjadi Rabu (27/4) lalu.

Keempat pelaku pembunuhan Dumaris Sitio (60) ditangkap di dua lokasi berbeda yaitu di Kota Binjai, Sumatera Utara dan Kabupaten Aceh Tengah, Aceh.

Salah satu pelaku yang ditangkap merupakan mantan menantu korban yaitu perempuan inisial AF.

Baca Juga: Istana Garuda

"Alhamdulillah. Tim gabungan Resmob Jatanras Polda Riau dan Satreskrim Polresta Pekanbaru berhasil menangkap empat pelaku kasus curas yang menyebabkan seorang perempuan meninggal dunia di Rumbai, Pekanbaru," kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman Arta kepada wartawan, Sabtu malam (2/5).

Kombes Muharman menyebutkan, dua pelaku ditangkap di Aceh Tengah. Sementara dua lainnya diamankan di Kota Binjai, Sumatera Utara.

Keempat pelaku utama yang terekam CCTV ini berusaha melarikan diri usai kejadian pembunuhan yang mereka lakukan.

Baca Juga: Dua Pria Beserta Anak Kandung Korban Pembunuhan di Rumbai Ditangkap Polisi

Untuk informasi lengkap, Muharman menyebut akan disampaikan pada ekspos kasus atau jumpa pers, Minggu siang (3/5/2026) atau hari ini.

Terekam CCTV Rumah

Keempat pelaku datang ke rumah korban menggunakan mobil Avanza hitam di Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (29/4/2026).

Di dalam rumah, korban dihabisi nyawanya dengan cara dipukul oleh seorang pelaku pria menggunakan potongan kayu.

Sebelum aksi pembunuhan, eks menantu korban yaitu AF sempat bersalaman dan bercerita sebentar dengan korban yang duduk di kursi.

Saat bercerita ini, tiba-tiba datang pelaku eksekutor yang diduga kekasih AF yang langsung menghantam balok kayu ke arah kepala korban.

Tidak satu kali, pelaku utama berkali-kali menghantamkan balok ke arah muka atau kepala korban.

Dari hasil pemeriksaan medis, korban meninggal dunia akibat pukulan benda tumpul di bagian kepala yang menyebabkan pendarahan pada otak hingga berujung pada kegagalan fungsi vital otak.***