POJOKSATU.id - Setiap tahun pada tanggal 26 Desember, kita mengenang peristiwa tragis tsunami yang melanda Aceh pada tahun 2004.
Tahun 2023 menandai peringatan 19 tahun peringatan tsunami Aceh 2004 tersebut.
Berdasarkan informasi dari situs Museum Tsunami Aceh, pada tanggal 26 Desember 2024 pukul 07.58 WIB, Aceh dilanda gempa bumi.
Pusat gempa terletak sekitar 157 km Barat Meulaboh, dengan kedalaman 30 km dan Magnitudo 9,3 SR (USGS).
Tere Liye membuat novel "Hafalan Shalat Delisa" yang mengisahkan tentang tragedi Tsunami Aceh pada tahun 2004 dengan latar belakang keluarga di Lhoknga, Aceh, yang mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Keluarga ini dipimpin oleh Umi Salamah dan Abi Usman yang memiliki empat anak, yakni Alisa Fatimah, si kembar Alisa Zahra & Alisa Aisyah, dan si bungsu Delisa.
Meskipun Abi bekerja sebagai mekanik kapak dan hanya pulang beberapa bulan sekali, keluarga tetap mempertahankan ajaran Islam, dengan Umi selalu mengajak anak-anaknya salat berjamaah setiap subuh.
Awalnya, Delisa kesulitan mengikuti kebiasaan salat berjamaah tersebut, tetapi kakak-kakaknya sabar mengajarnya.
Dalam perjalanan, Delisa mendapatkan tugas sekolah untuk menghafal bacaan salat dengan janji hadiah kalung emas dari Umi jika berhasil.
Saat ujian tiba pada 26 Desember 2004, terjadi gempa bumi dan tsunami.
Meskipun sekolah hancur dan air naik ke daratan, Delisa tetap fokus melafalkan bacaan salatnya.
Keajaiban terjadi kepada Delisa meskipun terseret ombak dan mengalami cedera parah, ia selamat.
Prajurit marinir Amerika Serikat, Smith, menemukannya dan melihat peristiwa itu sebagai keajaiban.
Smith kemudian memutuskan untuk menjadi mualaf dan mengganti namanya menjadi Salam.
Delisa pulih dari cedera dan dipertemukan dengan Abi di tenda pengungsian setelah tiga minggu dirawat di Kapal Induk John F. Kennedy.
Namun, tiga kakak perempuan Delisa tidak selamat dari peristiwa tersebut.***



