Oleh: Jibay (Pengamat Hukum Pidana dan Jurnalis Senior Berita Kriminal)**
Penanganan kasus Vina Cirebon sangat janggal! Mengapa demikian? Karena sejak awal, ketika indikasi pembunuhan dalam kasus ini terungkap, penyelidikan dilakukan tanpa menerapkan Scientific Crime Investigation (SCI).
Apa itu SCI? SCI adalah metode yang digunakan oleh investigator atau penyidik untuk mengungkap kasus kejahatan pidana dengan mengaplikasikan ilmu dan teknologi yang dirangkum dalam analisa kriminalistik.
Investigasi ilmiah atau scientific crime investigation merupakan langkah penting dalam penegakan hukum yang mengutamakan metode saintifik untuk mengungkap kasus kejahatan. Pendekatan ini melibatkan penggunaan teknologi dan analisis data ilmiah untuk memastikan keakuratan bukti yang diajukan di pengadilan.
Pembuktian ilmiah SCI telah menjadi alat yang kuat dalam mendukung penyelidikan kriminal, terutama ketika saksi sulit ditemukan dan identifikasi tersangka menghadapi kendala.
Menurut JW Osterburg dalam *Journal of Police Science and Administration* Volume 9 Issue 2 (1981), terdapat lima langkah utama dalam metode ilmiah:
1. Menyatakan masalah.
2. Membentuk hipotesis.
3. Mengumpulkan data melalui pengamatan dan eksperimen.
4. Menafsirkan data.
5. Menarik kesimpulan.
Penyelidikan kriminal biasanya dimulai dengan pendekatan induktif, menggunakan kasus nyata untuk menerapkan metode ilmiah. SCI mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu, baik murni maupun terapan, yang berkembang sebagai ilmu forensik.
**Fungsi SCI** sangat krusial karena barang bukti yang awalnya pasif dapat ditransformasikan menjadi bukti demonstratif melalui keterangan ahli atau bukti surat. Ahli yang melakukan pemeriksaan barang bukti dapat memberikan keterangan ahli, dan hasil penelitian mereka dapat dikemas dalam bentuk surat sebagai alat bukti.
**Kendala dalam Penerapan SCI**
Meskipun SCI sangat efektif dalam mengungkap kasus kompleks, penerapannya masih menghadapi beberapa kendala. Prosedur yang tidak jelas dan belum terkodifikasi dalam hukum acara pidana sering kali membuat proses peradilan jauh dari prinsip fair trial. Masalah lainnya termasuk ketidakadilan akses terhadap penyidikan ilmiah dan ketidakpastian metode yang digunakan, yang dapat mempengaruhi hasil SCI sebagai alat bukti.
**SCI menawarkan pendekatan yang sangat berharga dalam penegakan hukum modern, memungkinkan pembuktian yang lebih akurat dan terpercaya. Namun, diperlukan pengaturan yang lebih baik dalam hukum acara pidana untuk memastikan penerapannya adil dan konsisten, serta untuk menjaga integritas proses peradilan. ***




