POJOKSATU.id, KARAWANG - Suasana penuh kehangatan dan haru terasa di Aula Husni Hamid, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Karawang, Senin (16/3).
Ratusan pengayuh becak serta penjaga perlintasan kereta api diundang secara khusus untuk bersilaturahmi langsung dengan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh bersama H. Maslani.
Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Dalam kegiatan itu, Pemerintah Kabupaten Karawang menyalurkan bantuan berupa paket sembako, beras, hingga santunan uang tunai kepada para pekerja jalanan yang sehari-hari mencari nafkah di wilayah Karawang.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh bahkan turun langsung menyapa para tamu yang hadir. Ia membagikan bantuan berupa bingkisan dan amplop santunan satu per satu kepada para penerima.
Baca Juga: Bupati Karawang Ajak Warga Hadiri Festival Bedug Ngadulag, Digelar Malam Takbiran 2026
Di sela kegiatan, Aep juga beberapa kali berhenti untuk berbincang santai dengan para pengayuh becak. Ia mendengarkan berbagai cerita, keluhan, hingga candaan dari mereka yang sehari-hari berjuang di jalanan.
Di tengah kerumunan tamu undangan, tampak seorang pria lanjut usia tak kuasa menahan haru. Ia beberapa kali menyeka air mata saat menerima bantuan.
Pria tersebut diketahui bernama Bah Naman, seorang pengayuh becak berusia 65 tahun.
Bagi Bah Naman, momen tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan dalam hidupnya. Selama sekitar empat dekade bekerja sebagai tukang becak di Karawang, baru kali ini ia merasakan masuk ke dalam gedung pemerintahan daerah.
“Baru pertama kali saya masuk ke sini, ke Aula Husni Hamid. Biasanya hanya lewat di depan saja. Rasanya kaget sekaligus senang bisa bertemu langsung dengan Bapak Bupati,” kata Bah Naman dengan wajah haru.
Baca Juga: Profil Syamsul Auliya Rachman, Bupati Cilacap Termuda di Jawa Tengah yang Kini Terseret OTT KPK
Pria yang sudah 40 tahun mengayuh becak itu mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan pemerintah daerah.
Menurutnya, perhatian dari pimpinan daerah seperti ini menjadi bentuk penghargaan bagi para pekerja kecil yang selama ini berjuang memenuhi kebutuhan keluarga.
“Terima kasih banyak kepada Bapak Bupati yang sudah memperhatikan kami para tukang becak. Bantuan ini sangat berarti untuk keluarga saya di rumah,” ujarnya sambil memegang erat paket beras yang diterimanya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Karawang untuk menjangkau masyarakat dari berbagai lapisan, terutama mereka yang sering kali luput dari perhatian.
Melalui program silaturahmi dan pemberian bantuan sosial ini, pemerintah daerah berharap dapat meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dengan warga.
Selain memberikan bantuan, pertemuan ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah daerah.
Kehadiran ratusan pengayuh becak dan penjaga perlintasan kereta api dalam acara tersebut menjadi simbol bahwa profesi apa pun memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Bagi Bah Naman dan rekan-rekannya, momen ini bukan hanya tentang bantuan yang diterima. Lebih dari itu, mereka merasa dihargai dan diperhatikan oleh pemimpin daerah.
Dan bagi Bah Naman sendiri, hari itu akan selalu diingat sebagai hari bersejarah dalam perjalanan hidupnya setelah puluhan tahun mengayuh becak di jalanan Karawang. ***




