POJOKSATU.id, JEMBER – Musim kemarau berkepanjangan akibat dampak El Nino memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Jember.
Kondisi tersebut mendapatkan perhatian khusus dari Baret Rescue NasDem.
Sebagai bentuk empati kemanusiaan, Baret Rescue NasDem menerjunkan armada khusus untuk menyuplai kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.
Ketua Baret Rescue NasDem Jember, David Handoko Seto, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan unit kendaraan taktis pembawa air bersih yang siap dimobilisasi kapan saja.
Tidak tanggung-tanggung, mobil ini membawa tandon air berkapasitas 1.000 liter.
"Saat ini kami menyiapkan satu unit kendaraan plus tandon air berkapasitas 1.000 liter dalam rangka berpartisipasi meringankan beban masyarakat," ujar David.
Baca Juga: Sumber Air Jauh, 40 Keluarga di Tegal Gede Jember Bergantung Pasokan Air BPBD Tiap 2 Hari
Ia menjelaskan bahwa penggunaan armada skala kecil ini sengaja dipilih untuk menjangkau kawasan pelosok dengan akses jalan yang terbatas.
Pasalnya, armada tangki berkapasitas besar milik instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Damkar, maupun PMI kerap kesulitan saat harus memasuki gang-gang permukiman.
"Ada kalanya pengiriman itu terkendala jalan atau lorong yang sempit sehingga kendaraan tangki besar sulit masuk, maka kami menggunakan pikap skala kecil agar bisa sampai ke pelosok yang membutuhkan," paparnya.
Baca Juga: Sumur Mengering Sejak Juli, Puluhan KK di Tegal Gede Jember Terpaksa Jalan 1 Km Demi Air Bersih
Sebelum mendistribusikan pasokan air, David selalu menginstruksikan tim relawan di lapangan untuk melakukan asesmen atau pendataan mendalam terlebih dahulu.
Pendataan tersebut meliputi perhitungan jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak hingga pemetaan riwayat sumber air warga, seperti sumur, aliran sungai, atau jaringan PDAM.
Apabila hasil asesmen menunjukkan skala kekeringan yang sangat luas dan tidak sebanding dengan kapasitas tangki 1.000 liter miliknya, Baret Rescue siap melangkah ke tahap koordinasi lanjutan.
"Bila hasil asesmen warga terdampaknya cukup banyak, saya pastikan atas restu dan izin Bupati Jember Gus Fawait, kami akan menghubungi BPBD, Damkar, maupun PMI yang memiliki tangki berkapasitas besar," tegasnya.
Langkah responsif dalam memitigasi bencana kekeringan ini juga diakui David mendapat dukungan penuh dari pihak keluarga, khususnya sang istri yang turut menopang biaya operasional relawan di lapangan.
Baca Juga: Jember Dilanda Kemarau Panjang, Puluhan KK di Antirogo Bergantung pada Pasokan Air Bersih BPBD
Di akhir keterangannya, David menekankan bahwa aksi sosial pendistribusian air ini murni merupakan bentuk amal sedekah kemanusiaan antar sesama makhluk Tuhan.
"Karena kami memiliki prinsip, ojo leren dadi wong apik (jangan berhenti menjadi orang baik)," pungkas David memotivasi para relawannya. ***



