POJOKSATU.id, JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menggelar kegiatan gowes bersama yang mengambil titik mula dari Kebun Sumberwadung dan berakhir di Pendopo Wahyawibawagraha pada Senin (5/10/2026) sore. 

Acara yang dipimpin langsung oleh Bupati Jember, Gus Fawait, ini tidak sekadar menjadi ajang olahraga, melainkan dibarengi dengan aksi sosial serta pemantauan perkembangan ekonomi daerah.

Turut serta dalam rombongan gowes tersebut seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, hingga jajaran direksi Perumda Perkebunan (PP) Kahyangan.

Baca Juga: Tanggapi Fraksi DPRD Jember, Gus Fawait Pastikan Program Kesehatan Gratis dan Beasiswa Anak Petani Tepat Sasaran

Gus Fawait menegaskan bahwa kegiatan yang diwarnai dengan pengobatan gratis dan pembagian sembako ini bertujuan mempererat kebersamaan dalam membangun daerah.

"Ini adalah upaya Pemerintah Kabupaten Jember untuk semakin membuat erat, tidak ada bupati, tidak ada kepala OPD, tidak ada camat, tidak ada kabid, semua gowes bareng, start bareng, finish bareng, makan bareng," ungkap Gus Fawait.

Di sela-sela rute gowes tersebut, bupati juga menyempatkan diri untuk meninjau secara langsung progres revitalisasi fasilitas pendidikan di TK Hevea yang berada di kawasan Perkebunan Sumberwadung.

Baca Juga: Meriahkan HUT TNI ke-81, Gus Fawait Apresiasi Sinergi Ketahanan Pangan Bersama Kodim 0824

Selain meninjau infrastruktur, fokus utama rombongan bupati dalam kegiatan ini adalah memantau dan mengevaluasi langsung kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PP Kahyangan.

Gus Fawait mengapresiasi berbagai inovasi yang kini mulai diterapkan oleh jajaran direksi, utamanya dalam menggenjot program hilirisasi produk perkebunan.

Menurutnya, BUMD perkebunan tidak boleh lagi sekadar menjual bahan mentah karena hilirisasi terbukti mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar.

Baca Juga: Pelantikan PAC HKTI, Gus Fawait Ajak Petani Kolaborasi Kembalikan Kejayaan Lumbung Pangan Jember

"Hilirisasi itu bisa menambah value added dan ke depan dalam jangka panjang akan kelihatan perubahan dan perkembangan di PDP," tuturnya.

Sejalan dengan semangat inovasi di sektor perkebunan tersebut, Gus Fawait juga tengah bersiap meluncurkan branding identitas baru bagi daerahnya, yakni "Jember Surga Kopi Indonesia".

Identitas tersebut dikukuhkan karena wilayah Jember tak hanya mengandalkan kopi Robusta dan Liberika, tetapi juga menghasilkan komoditas pendamping lain seperti cerutu, edamame, dan cokelat.

Lebih jauh, ia meyakini bahwa kemajuan dan sehatnya bisnis PP Kahyangan akan berbanding lurus dengan visi pengentasan kemiskinan ekstrem, mengingat lokasinya yang berada di pinggiran hutan.

"Maka kalau PDP ini bagus, maju, saya yakin juga akan berdampak kepada penurunan angka kemiskinan," pungkas Gus Fawait. ***