MALAYSIA, POJOKSATU.id - Anak sekolah di Johor, Malaysia, kembali libur selama lima hari akibat kabut asap pekat kiriman dari Indonesia.

Sekolah di Malaysia akan libur lagi mulai Senin (19/10/2026) hingga Jumat (23/10) disebabkan tingkat pencemaran udara yang masih menghawatirkan.

Berdasarkan data Departemen Lingkungan Hidup Malaysia, kawasan Pasir Gudang di Johor mencatat angka Indeks Pencemaran Udara (API) tertinggi di Malaysia, yakni 190, pada Minggu pukul 08.00 waktu setempat.

Sebelumnya, pemerintah Johor telah memerintahkan seluruh sekolah ditutup selama dua hari mulai 8 Oktober, lalu diperpanjang selama lima hari bagi institusi pendidikan mulai 12 Oktober hingga 17 Oktober.

Ketua Komite Pendidikan dan Informasi Negara Bagian Johor, Muhammad Naqib Md Ghazali, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pertemuan Komite Koordinasi Penanganan Kabut Asap Johor pada Sabtu siang (17/10).

"Laporan pemantauan menunjukkan bahwa angka Indeks Pencemaran Udara (API) masih berada pada tingkat yang mengkhawatirkan, tanpa perbaikan yang signifikan," kata Naqib, dikutip dari CNA, Minggu (18/10/2026).

Ia menjelaskan, perpanjangan penutupan sekolah akan bergantung pada perkembangan kualitas udara, prakiraan cuaca, serta hasil penilaian kesehatan yang terus dilakukan.

Naqib mengatakan kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Pemangku Raja Johor, Tunku Mahkota Ismail.

Keputusan itu juga mencerminkan komitmen pemerintah negara bagian untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Selama sekolah ditutup, kegiatan belajar mengajar dari rumah atau Teaching and Learning at Home (PdPR) akan tetap berlangsung sesuai dengan Pedoman PdPR Versi 2.0 yang diterbitkan Kementerian Pendidikan Malaysia.

Meski demikian, pengecualian terbatas dapat diberikan kepada siswa yang mengikuti ujian dan penilaian akademik.

"Pengecualian ini harus dikoordinasikan oleh Departemen Pendidikan Johor (JPNJ) dan wajib mematuhi prosedur operasi standar (SOP) kesehatan secara ketat. Tidak ada kegiatan tambahan yang diizinkan," ujarnya.

Naqib menambahkan, Departemen Pendidikan Johor akan meninjau SOP setiap hari sesuai arahan Kementerian Pendidikan Malaysia.

Departemen tersebut juga akan memperoleh informasi terbaru dari lembaga pemeriksaan kementerian untuk mengoordinasikan jadwal ujian dan penilaian bagi sekolah negeri maupun sekolah agama di Johor.

Ia menekankan pentingnya penggunaan masker dan kepatuhan terhadap seluruh pedoman kesehatan yang berlaku.

Otoritas kesehatan telah menyampaikan kekhawatiran mengenai risiko kesehatan masyarakat akibat paparan polusi udara dalam waktu lama.

Naqib juga merekomendasikan langkah pencegahan yang lebih menyeluruh, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan.***