RIYADH, POJOKSATU.id -- Serangan mematikan menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, yang menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 309 orang lainnya.

Korban tewas berasal dari delapan negara antara lain empat korban warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Mesir, Yordania, Palestina, Sudan, Suriah, dan Amerika Serikat (AS).

Otoritas Arab Saudi menyatakan bahwa operasional bandara internasional di ibu kota Arab Saudi tersebut telah dihentikan menyusul serangan terbaru ini.

Menurut laporan Reuters, lebih dari selusin ambulans terlihat bergegas menuju Bandara Internasional King Khalid setelah serangan terjadi.

Seorang saksi mata yang berada di terminal domestik mengatakan bahwa dirinya melihat gerbang 401 terkena serangan.

"Saya melihat orang-orang terluka tepat di depan mata saya," ujar saksi mata tersebut.

"Semua orang berlarian," tambahnya.

Hingga laporan ini disampaikan, belum ada kepastian mengenai pihak yang bertanggung jawab atas serangan terbaru tersebut.

Serangan ini beberapa hari setelah kelompok Houthi di Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangan serupa terhadap bandara yang sama.

Seluruh penerbangan di Bandara Riyadh dibatalkan atau dialihkan Serangan di Bandara Internasional King Khalid menyebabkan gangguan besar terhadap aktivitas penerbangan di Riyadh.

Menurut data pelacak penerbangan Flightradar, seluruh penerbangan menuju Riyadh telah dibatalkan atau dialihkan ke bandara lain.

Sejumlah maskapai penerbangan di kawasan Teluk juga mengumumkan pembatalan penerbangan dari dan menuju bandara tersebut.

Selain serangan di Riyadh, sebuah proyektil dilaporkan jatuh di dekat Bandara Internasional King Fahd di Dammam, wilayah timur Arab Saudi.

Informasi tersebut disampaikan koalisi pimpinan Arab Saudi yang terlibat dalam konflik melawan kelompok Houthi di Yaman.

Belum ada informasi lebih lanjut mengenai korban atau kerusakan akibat jatuhnya proyektil di dekat bandara tersebut.

Serangan terbaru di Riyadh terjadi setelah beberapa insiden sebelumnya menyasar fasilitas penerbangan Arab Saudi.

Sehari sebelum laporan terbaru ini, otoritas setempat mengumumkan bahwa tiga warga Arab Saudi, termasuk seorang pilot, tewas dalam dua serangan terhadap Bandara Riyadh.

Kedua serangan tersebut terjadi sehari sebelum pengumuman dan dikaitkan dengan kelompok Houthi yang didukung Iran.

Selain itu, tiga orang lainnya dilaporkan tewas akibat serangan Houthi terhadap dua bandara Arab Saudi pada 6 dan 7 Oktober 2026.

Rentetan serangan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya kembali pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dan kelompok Houthi.***