RIYADH, POJOKSATU.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengaku sedang meninjau ikut terlibat perang melawan Houthi Yaman usai Bandara King Khalid Riyadh diserang, Sabtu (10/10) waktu setempat.

Trump mengaku baru saja mengetahui serangan terbaru Houthi Yaman yang menyasar Bandara King Khalid Riyadh, Arab Saudi.

Tekait peluang AS bergabung dengan Saudi menyerang kelompok Houthi Yaman, AS sedang meninjaunya.

"Mungkin saja. Kami sedang meninjaunya," kata Trump.

"Kami baru saja mengetahui serangan terbaru (di bandara). Jadi kami akan membuat Keputusan kami bergerak sangat cepat," sambungnya sebagaimana dikutip CBS, mitra BBC di AS.

Trump juga ditanya apakah serangan Houthi di Bandara Riyadh akan mengubah keputusannya untuk tidak melancarkan serangan terhadap Iran hingga Pemilu sela berakhir.

“Kami akan meninjaunya,” ucap Trump lagi.

Diketahui, serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 309 lainnya, Sabtu (10/10).

Korban tewas meliputi empat warga negara Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu orang dari Amerika Serikat, Yordania, Palestina, Suriah, Sudan, dan Mesir, menurut otoritas penerbangan sipil Arab Saudi.

Operasional Bandara Internasional King Khalid telah ditangguhkan. Koalisi militer pimpinan Arab Saudi berjanji akan merespons serangan yang mereka sebut sebagai sebuah "kejahatan perang".

Belakangan ini, pertempuran meningkat antara pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dan kelompok Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah negara tersebut.

Kelompok Houthi yang didukung Iran telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut yang merupakan insiden ketiga di Bandara Riyadh dalam sepekan terakhir.***