RIYADH, POJOKSATU.id - Penutupan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, setelah serangan kelompok Houthi Yaman, berdampak pada jadwal penerbangan internasional.

Sejumlah maskapai dari Eropa, Asia, hingga Timur Tengah memperpanjang pembatalan dan penangguhan layanan ke Arab Saudi serta sejumlah kota di kawasan sekitarnya.

Berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM), operasional bandara tersebut ditangguhkan hingga 17 Oktober 2026. Bandara Riyadh dilaporkan ditutup sejak serangan pada 9 Oktober 2026.

Berdasarkan data yang dihimpun, serangan tersebut menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang lainnya.

Insiden itu disebut sebagai serangan paling mematikan di Arab Saudi dalam satu dekade terakhir.

Gangguan penerbangan tidak hanya berdampak pada perjalanan menuju Riyadh.

Sejumlah maskapai juga menyesuaikan jadwal ke destinasi lain, termasuk Dammam, Jeddah, dan Dubai.

Berikut daftar maskapai yang mengumumkan pembatalan atau penangguhan penerbangan.

Lufthansa membatalkan seluruh penerbangan menuju Riyadh hingga 16 Oktober 2026.

Air France-KLM memperpanjang penangguhan layanan penerbangan dari dan menuju Riyadh hingga akhir Oktober 2026.

Etihad Airways menangguhkan seluruh penerbangan ke Arab Saudi hingga 13 Oktober 2026.

IndiGo, maskapai terbesar di India, memperpanjang pembatalan penerbangan menuju Riyadh dan Dammam hingga 15 Oktober 2026.

Philippine Airlines memperpanjang penangguhan penerbangan dari dan menuju Riyadh hingga 29 November 2026.

Air India juga memperpanjang penghentian sementara penerbangan dari dan menuju Riyadh hingga 15 Oktober 2026.

Akasa Air menangguhkan penerbangan ke Jeddah dan Riyadh hingga 13 Oktober 2026.

Gulf Air, maskapai nasional Bahrain, membatalkan penerbangan dari dan menuju Riyadh pada periode 12-17 Oktober 2026.

Sementara itu, Cathay Pacific menunda rencana dimulainya kembali layanan rute Hong Kong-Dubai dan Hong Kong-Riyadh hingga 31 Januari 2027.

Delta Air Lines turut menyesuaikan rencana ekspansinya di kawasan tersebut. Maskapai asal Amerika Serikat itu mengumumkan penundaan penerbangan langsung dari Atlanta menuju Riyadh hingga Maret 2027.

Perbedaan batas waktu penangguhan menunjukkan bahwa setiap maskapai menerapkan kebijakan operasional masing-masing di tengah situasi keamanan yang belum kondusif.

Calon penumpang yang memiliki jadwal perjalanan menuju Arab Saudi maupun negara tetangga di kawasan tersebut perlu memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat ke bandara.

Jadwal yang telah diumumkan dapat berubah mengikuti perkembangan situasi keamanan dan keputusan operasional penerbangan.