POJOKSATU.ID- Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengungkapkan, bahwa India telah mengadopsi kebijakan pertanian yang terinspirasi dari model Indonesia pada masa Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto.
Zulhas menyoroti penggunaan koperasi dalam pertanian India, mirip dengan sistem yang diterapkan di Indonesia pada masa lalu.
India, dengan populasi lebih dari 1,4 miliar, berhasil mencapai surplus beras melalui kebijakan tersebut.
Baca Juga: Gaji Pertama Patokannya SPMT Bukan TMT, Apakah PPPK 2023 Dapat THR dan Gaji ke-13?
Tak hanya India, negara tetangga Vietnam juga melakukan apa yang dilakukan Soeharto.
Zulhas mencatat bahwa Vietnam, dengan fokus serius pemerintah dalam mengembangkan pertanian, termasuk beras, telah mencapai surplus.
Untuk diketahui sebelumnya Mantan Presiden Indonesia, Soeharto, menggunakan beberapa strategi kunci untuk mencapai kesuksesan dalam sektor beras:
Baca Juga: Survei PSI, Terbukti Pemilih Jokowi Lebih Loyal ke Prabowo-Gibran Dibandingkan ke Ganjar
1. Pengembangan Pertanian: Soeharto sangat serius dalam mengembangkan sektor pertanian. Dia memastikan bahwa lahan pertanian mendapatkan prioritas dan dikelola dengan baik.
2. Swasembada Beras: Pada tahun 1984, Indonesia mencapai swasembada beras, artinya negara ini mampu memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri melalui produksi beras sendiri. Pada tahun 1969, Indonesia memproduksi sekitar 12,2 juta ton beras, yang meningkat menjadi 25,8 juta ton pada tahun 1984.
3. Beras-isasi: Program ini dikeluarkan oleh Pemerintah Soeharto untuk mengubah konsumsi bahan pangan pokok masyarakat menjadi satu jenis, yakni beras.
Mungkin ada lebih banyak strategi yang digunakan, tetapi inilah beberapa yang paling penting dan berpengaruh. ***
