POJOKSATU.id- Umi Pipik mengungkapkan sejumlah dampak yang dialaminya setelah menyuarakan persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui media sosial.
Istri mendiang Ustaz Jefri Al Buchori itu mengaku mendapat serangan dari akun yang disebutnya sebagai buzzer, sementara sejumlah unggahannya tentang karhutla mendadak hilang.
Pengalaman tersebut disampaikan Umi Pipik melalui akun Threads miliknya, @ummi_pipik. Dia mempertanyakan mengapa menyuarakan persoalan karhutla membutuhkan keberanian, terlebih ketika kritik terhadap pemerintah justru menuai serangan.
“Giliran saya speak up malah diserang sama buzzer,” tulis Umi Pipik dilansir, Senin, 18 Oktober 2026.
Pemilik nama Pipik Dian Irawati ini mengungkapkan bahwa dirinya mendapat komentar yang memintanya tidak menjelekkan pemimpin dan tetap menghargai pemerintah.
Namun, menurut Umi Pipik, masyarakat tetap berhak menyampaikan kritik, terutama ketika persoalan karhutla telah berlangsung berbulan-bulan dan berdampak pada kehidupan warga.
“Rakyat mengkritik itu wajar! Udah empat bulan lho karhutla,” sambungnya.
Dia turut menyoroti dampak asap kebakaran terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang membutuhkan udara bersih.
Mantan artis ini mengaku prihatin, karena anak-anak di wilayah terdampak disebutnya sudah mengalami kesulitan bernapas.
Ibu aktor Abidzar ini juga mempertanyakan anggapan bahwa kebakaran hutan merupakan kejadian yang rutin terjadi setiap tahun, sehingga seolah-olah tidak dapat dicegah.
Baginya, pemerintah memiliki kewenangan untuk mengambil tindakan terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan.
“Mau tanya dong, katanya kebakaran hutan ini memang tradisi tiap tahun? Jadi pemerintah enggak bisa berbuat apa?” tulisnya.
Kemudian, dia menyinggung kemungkinan pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit.
“Kalau memang untuk ditanami sawit di hutan itu kan bisa dengan cara menebang, bukan membakar yang dampaknya semua warga kena,” tulisnya.
Tak Bisa Live Streaming usai Speak Up
Tak berhenti pada serangan komentar, Umi Pipik kemudian mengungkapkan bahwa sejumlah unggahan tentang karhutla di beberapa platform media sosialnya mendadak tidak terlihat.
“Tiba-tiba banget postingan saya soal karhutla hilang semua? Ada apa? Di IG, TikTok, FB? Why?” tulisnya.
Dalam unggahan lain, Umi Pipik juga menyebut kontennya dinyatakan tidak memenuhi syarat serta mempertanyakan alasan tersebut.
“Katanya tidak memenuhi syarat! Emang harus ada syaratnya buat posting karhutla?!” tandasnya.
Dia juga mengatakan dua akun miliknya sedang dipantau dan sudah tidak bisa digunakan untuk melakukan live streaming.
Akibat kondisi tersebut, dia menyampaikan permohonan maaf kepada para pengikutnya karena kajian yang dijadwalkan tidak dapat disiarkan secara langsung.
“Dua akun saya dipantau dan sudah tidak bisa live streaming, jadi mohon maaf teman-teman ya, pagi ini kajiannya tidak bisa live dulu,” tulisnya.
Tegaskan Tidak Bakal Berhenti Menyuarakan Karhutla
Umi menyatakan akan membagikan informasi sebanyak-banyaknya dan mengajak masyarakat untuk tetap peduli terhadap kondisi warga yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.
“Saya akan share sebanyak-banyaknya! Buka mata, buka hati, buka telinga!” tegasnya.
Selain mengajak masyarakat untuk terus bersuara, Umi Pipik juga meminta publik mendoakan warga yang terdampak karhutla serta orang-orang yang berupaya memadamkan api.
“Doa terus untuk mereka saudara-saudara kita di sana! Jangan takut bersuara, terus semangat untuk tim yang berusaha memadamkan api! Semoga Allah lindungi,” pungkasnya. ***




