POJOKSATU.id - Wacana perluasan Program Magang Nasional agar menyasar lulusan SMA dan SMK masih dikaji Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menjelaskan, program magang nasional saat ini masih diperuntukkan bagi lulusan perguruan tinggi atau fresh graduate.

Sementara itu, lulusan SMA/SMK menjadi sasaran program vokasi nasional yang dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan teknis.

"Wacana program magang nasional buat SMK/SMA masih dikaji ya," kata Yassierli saat ditemui wartawan di Kemenko Perekonomian, Rabu (21/10/2026).

Lantas, apa perbedaan Program Magang Nasional dengan program vokasi nasional, terutama dari segi sasaran peserta, durasi, dan uang saku?

Wacana Magang Nasional untuk Lulusan SMA/SMK Masih Dikaji

Yassierli mengatakan, wacana memasukkan lulusan SMA/SMK ke dalam program magang nasional masih dikaji karena beririsan dengan program vokasi nasional yang telah disiapkan pemerintah.

Program vokasi nasional tersebut menyasar lulusan SMA/SMK dengan target peserta mencapai 300.000 orang. Adapun magang nasional untuk sementara tetap berfokus pada lulusan perguruan tinggi dengan kuota 150.000 peserta.

"Untuk sementara program magang nasional persyaratannya masih untuk fresh graduate (lulusan sarjana) sebanyak 150.000 orang, sedangkan untuk lulusan SMA dan SMK konsepnya pelatihan vokasi," terang Yassierli.

Kedua program tersebut memiliki pendekatan berbeda. Magang nasional memberi kesempatan kepada lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja, sedangkan vokasi nasional berfokus pada pelatihan keterampilan sesuai bidang kejuruan.

Perbedaan Magang Nasional dan Program Vokasi Nasional

Berikut perbedaan kedua program yang perlu diketahui pencari kerja, khususnya lulusan baru.

1. Sasaran peserta

Program Magang Nasional menyasar lulusan diploma dan sarjana atau fresh graduate. Program ini ditujukan untuk membantu lulusan perguruan tinggi yang belum memiliki pengalaman kerja agar lebih siap menghadapi proses rekrutmen.

Sementara itu, program vokasi nasional menyasar lulusan SMA/SMK. Pelatihan diberikan untuk membekali peserta dengan keterampilan teknis yang dapat digunakan saat memasuki dunia kerja.

2. Durasi program

Program Magang Nasional berlangsung selama enam bulan. Selama periode tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk mengenal lingkungan kerja sekaligus meningkatkan kompetensi melalui pengalaman langsung di tempat magang.

Adapun durasi program vokasi nasional dapat mencapai empat bulan, bergantung pada jenis kejuruan yang diikuti.

3. Uang saku peserta

Perbedaan lainnya terletak pada uang saku. Peserta Magang Nasional mendapatkan uang saku yang disesuaikan dengan upah minimum di wilayah penempatan.

Sementara itu, peserta program vokasi nasional mendapatkan uang saku sekitar Rp20.000 per hari.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kedua program dirancang dengan skema dan kebutuhan pelatihan yang berbeda, sesuai sasaran peserta masing-masing.

Mengapa Magang Nasional Berfokus pada Lulusan Perguruan Tinggi?

Pemerintah merancang Magang Nasional sebagai jembatan bagi lulusan perguruan tinggi yang menghadapi kesulitan memasuki dunia kerja karena belum memiliki pengalaman profesional.

Melalui program magang selama enam bulan, peserta diharapkan memperoleh pengalaman dan meningkatkan kompetensi sebagai bekal melamar pekerjaan.

Di sisi lain, lulusan SMA/SMK diarahkan mengikuti pelatihan vokasi nasional agar memiliki keterampilan teknis sesuai bidang kejuruan. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan lebih siap memenuhi kebutuhan dunia kerja.

Pembagian sasaran ini menjadi salah satu pertimbangan dalam kajian perluasan Magang Nasional bagi lulusan SMA/SMK. Pemerintah masih perlu mengkaji bagaimana wacana tersebut dapat diterapkan tanpa tumpang tindih dengan program vokasi yang sudah disiapkan.

Untuk saat ini, Magang Nasional masih menyasar lulusan diploma dan sarjana dengan kuota 150.000 peserta. Sementara itu, program vokasi nasional ditujukan bagi lulusan SMA/SMK dengan target 300.000 peserta.

Dengan demikian, lulusan SMA/SMK yang ingin meningkatkan keterampilan kerja perlu mencermati program vokasi nasional, sedangkan lulusan perguruan tinggi dapat memperhatikan persyaratan Magang Nasional yang berlaku. Wacana perluasan magang bagi lulusan SMA/SMK masih menunggu hasil kajian Kemnaker dan jajaran terkait.***