POJOKSATU.id - Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 menggunakan metode penilaian Item Response Theory Two-Parameter Logistic Model (IRT 2PL).

Metode ini memperhitungkan karakteristik soal untuk mengestimasi kemampuan peserta. Karena itu, dua peserta yang menjawab jumlah soal dengan benar sama belum tentu memperoleh skor yang sama.

Sistem ini dirancang untuk mendukung pengukuran kemampuan yang lebih objektif dan memungkinkan hasil peserta dari paket soal berbeda diperbandingkan secara lebih adil.

Pendekatan Item Response Theory (IRT) juga digunakan dalam asesmen pendidikan internasional, seperti Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Programme for International Student Assessment (PISA).

Namun, penggunaan IRT secara umum tidak berarti setiap asesmen tersebut menerapkan model yang persis sama dengan TKA.

Bagaimana Sistem Penilaian IRT 2PL Bekerja?

IRT 2PL merupakan model pengukuran yang menggunakan dua parameter utama pada setiap butir soal, yaitu tingkat kesulitan dan daya pembeda.

Berdasarkan penjelasan Pusat Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Pusmendik Kemendikdasmen), kedua parameter tersebut menjadi bagian dari proses estimasi kemampuan peserta.

1. Tingkat kesulitan soal

Parameter ini menunjukkan tingkat kesulitan suatu soal dalam kaitannya dengan kemampuan peserta. Soal dengan tingkat kesulitan lebih tinggi umumnya membutuhkan kemampuan lebih tinggi agar dapat dijawab dengan benar.

2. Daya pembeda soal

Parameter ini menunjukkan seberapa baik suatu soal membedakan peserta dengan tingkat kemampuan berbeda. Soal dengan daya pembeda tinggi cenderung lebih informatif untuk membedakan kemampuan peserta di sekitar tingkat kesulitan soal tersebut.

Dengan mempertimbangkan kedua parameter ini, penilaian tidak hanya bergantung pada jumlah jawaban benar, tetapi juga pada karakteristik soal yang dijawab.

Jumlah Soal yang Dijawab Benar Sama, Skor Bisa Berbeda

Dalam sistem IRT 2PL, jumlah jawaban benar saja tidak cukup untuk menggambarkan seluruh proses pengukuran kemampuan peserta.

Sebagai ilustrasi, siswa A dan siswa B sama-sama menjawab 15 soal dengan benar. Namun, pola jawaban keduanya serta karakteristik soal yang dijawab benar bisa berbeda.

Jika pola respons dan karakteristik butir soal memberikan informasi pengukuran yang berbeda, estimasi kemampuan kedua siswa tersebut dapat menghasilkan skor berbeda.

Meski demikian, bukan berarti setiap jawaban benar pada soal yang lebih sulit otomatis mendapat nilai lebih tinggi.

Skor dihitung melalui model statistik yang memperhitungkan karakteristik butir soal dan pola respons peserta secara keseluruhan.

Karena itu, contoh dua siswa yang sama-sama menjawab 15 soal dengan benar tidak bisa digunakan untuk memastikan siapa yang akan memperoleh skor lebih tinggi tanpa mengetahui karakteristik soal dan pola jawaban masing-masing.

Bagaimana Skor TKA Dilaporkan?

Hasil TKA SMA dilaporkan menggunakan skala skor 200-800. Skala tersebut merupakan hasil pengukuran kemampuan, bukan sekadar jumlah jawaban benar yang dikalikan dengan bobot tertentu.

Artinya, peserta tidak bisa menghitung sendiri skor akhir hanya dengan menjumlahkan jawaban yang benar. Jumlah jawaban benar dapat menjadi gambaran awal performa, tetapi skor akhir mengikuti proses estimasi sesuai model penilaian yang digunakan.

Perbedaan ini penting dipahami agar peserta tidak langsung menyimpulkan bahwa dua orang dengan jumlah jawaban benar sama pasti memiliki skor akhir identik.

Apa Artinya bagi Peserta TKA 2026?

Penggunaan IRT 2PL menegaskan bahwa TKA mengukur kemampuan peserta melalui model statistik, bukan hanya menghitung jawaban benar secara sederhana.

Karena itu, peserta tetap perlu menguasai materi, memahami konsep, dan berlatih mengerjakan soal dengan tingkat kesulitan beragam.

Mengandalkan perkiraan skor dari jumlah jawaban benar saja tidak cukup untuk mengetahui hasil akhir.

Peserta juga tidak perlu sengaja memilih soal yang dianggap sulit demi mengejar skor lebih tinggi. Fokus utama tetap menjawab soal dengan cermat sesuai kemampuan dan mengelola waktu dengan baik.

Dengan memahami cara kerja IRT 2PL, peserta diharapkan dapat melihat hasil TKA secara lebih tepat.

Skor merupakan estimasi kemampuan berdasarkan model pengukuran, bukan semata-mata cerminan jumlah jawaban yang benar. ***