POJOKSATU.id - Momen pelantikan ribuan PPPK) Paruh Waktu tidak sepenuhnya diwarnai kebahagiaan.
Di balik euforia pengangkatan ASN, masih ada cerita pilu dari honorer yang hingga kini belum mendapatkan kepastian status.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat memberikan sambutan di hadapan ribuan PPPK Paruh Waktu yang baru saja dilantik.
Baca Juga: Hidup Sendirian di Usia 75 Tahun, Lansia Karawang Mengaku Tak Terima PKH
Ia secara terbuka menyinggung nasib honorer non-database Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang belum bisa diangkat.
Ribuan PPPK Dilantik, Ratusan Honorer Masih Menunggu
Dalam pelantikan tersebut, tercatat 9.411 PPPK Paruh Waktu resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan.
Namun, di saat yang sama, masih ada 518 honorer di lingkungan Pemprov NTB yang belum bisa mengikuti jejak serupa karena tidak tercatat dalam database resmi BKN.
Baca Juga: Beasiswa Rusia untuk WNI Ditambah Mulai 2026, Sasar Bidang Strategis Sains dan Teknologi
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa tidak semua tenaga honorer berada pada posisi yang sama.
Meskipun telah lama mengabdi di instansi pemerintah.
Pernyataan Gubernur di Hadapan PPPK
Gubernur NTB meminta para PPPK Paruh Waktu yang telah dilantik untuk bersyukur atas status baru yang mereka peroleh.
Baca Juga: Magang Nasional Libur Natal dan Tahun Baru 2025? Ini Aturan Lengkapnya
Ia juga mengingatkan bahwa masih banyak honorer lain yang belum seberuntung mereka.
Dikutip dari JPNN.com, 23 Desember 2025, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di Mataram menyatakan:
“Mari jadikan pengabdian ini sebagai ibadah. Jangan lupa bersyukur, karena di luar sana masih ada 518 orang di lingkungan Pemprov NTB yang tidak beruntung,”.
Pernyataan tersebut sontak menjadi perhatian, terutama bagi honorer non-database yang hingga kini masih menanti kejelasan masa depan.
Apa Itu Honorer Non-Database BKN?
Honorer non-database BKN adalah tenaga non-ASN yang tidak tercatat dalam pendataan resmi Badan Kepegawaian Negara.
Baca Juga: UMK Kota Tangerang 2026 Tertinggi di Banten, Naik hingga 6,5 Persen
Status ini membuat mereka tidak bisa langsung diusulkan sebagai PPPK, baik penuh waktu maupun paruh waktu.
Pemerintah pusat telah menegaskan bahwa pengangkatan PPPK Paruh Waktu memprioritaskan honorer yang terdata di database BKN.
Sesuai dengan kebijakan penataan tenaga non-ASN secara nasional.
Baca Juga: PIP Kemendikdasmen Cair Akhir Desember Menjelang Nataru, Begini Skema Penyalurannya
Bukan Soal Pengabdian, Tapi Administrasi
Banyak honorer non-database sebenarnya telah mengabdi selama bertahun-tahun.
Namun, persoalan administratif menjadi penghambat utama.
Tanpa tercatat di database resmi, pemerintah daerah tidak memiliki dasar hukum kuat untuk mengusulkan mereka dalam skema PPPK.
Baca Juga: Tak Ada WFA di Lumajang! ASN Wajib Ngantor Saat Libur Nataru 2025
Hal inilah yang membuat kesenjangan di kalangan honorer semakin terasa, meski sama-sama menjalankan tugas pelayanan publik.
Pesan Moral di Balik Pelantikan
Pidato Gubernur NTB dinilai bukan sekadar sambutan seremonial, melainkan pesan moral dan realitas kebijakan.
Ia ingin para PPPK Paruh Waktu memahami bahwa status ASN yang diraih saat ini merupakan kesempatan berharga yang tidak dimiliki semua orang.
Di sisi lain, pernyataan tersebut juga menjadi pengingat bagi pemerintah pusat dan daerah agar terus mencari solusi terbaik bagi honorer non-database.
Harapan untuk Kejelasan Kebijakan
Hingga kini, honorer non-database masih berharap adanya kebijakan lanjutan yang lebih inklusif.
Mereka menanti langkah konkret pemerintah agar masa pengabdian tidak berakhir tanpa kepastian.
Baca Juga: ASN Cianjur Cuma Libur Sehari Saat Nataru 2025, Ini Penjelasan BKPSDM
Kasus di NTB ini mencerminkan kondisi nasional, di mana penataan tenaga honorer masih menyisakan persoalan yang belum sepenuhnya tuntas.
Pelantikan ribuan PPPK Paruh Waktu memang membawa kebahagiaan besar, namun pernyataan Gubernur NTB menegaskan satu hal penting yakni tak semua honorer beruntung.
Selama persoalan database BKN belum teratasi, ratusan honorer non-database masih harus bersabar menunggu kejelasan nasib.***




