POJOKSATU.id - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dan Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) Donny Ermawan Taufanto ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Pertemuan tersebut diagendakan membahas pengembangan pendidikan tinggi. Salah satu hal yang berpotensi menjadi pembahasan adalah pengembangan kurikulum perkuliahan di Universitas Republik Indonesia (URI).
Setibanya di Istana, Brian mengatakan pemanggilan tersebut secara garis besar berkaitan dengan sektor pendidikan tinggi. Namun, dia mengaku belum mengetahui secara spesifik materi yang akan dibahas bersama Presiden Prabowo.
“Belum tahu. Nanti mungkin tentang pendidikan tinggi dan sebagainya,” kata Brian.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan pembahasan pengembangan kurikulum pendidikan tinggi, Brian membenarkan bahwa hal tersebut berpotensi menjadi salah satu agenda pertemuan.
“Belum tahu. Ya, pengembangan kurikulumnya,” ujarnya.
Brian juga mengisyaratkan bahwa pembahasan kurikulum tersebut kemungkinan berkaitan dengan Universitas Republik Indonesia (URI), mengingat Gubernur URI turut dipanggil dalam pertemuan tersebut.
“Sepertinya ada berkaitan,” paparnya.
Sementara itu, Gubernur URI Donny Ermawan Taufanto belum bersedia memberikan banyak keterangan sebelum mengikuti pertemuan dengan Presiden Prabowo.
Dia mengaku belum mengetahui secara pasti arahan yang akan disampaikan Presiden, termasuk terkait perkembangan Universitas Republik Indonesia ke depan.
“Belum-belum nanti dulu, ini kita dipanggil belum tahu apanya,” kata Donny.
Universitas Republik Indonesia Disiapkan untuk Cetak Pemimpin Masa Depan
Universitas Republik Indonesia dibentuk Presiden Prabowo Subianto pada Juli 2026 sebagai bagian dari upaya pemerintah menyiapkan sumber daya manusia unggul dan calon pemimpin masa depan Indonesia.
Prabowo sebelumnya menjelaskan bahwa URI dirancang untuk menjaring lulusan terbaik dari berbagai perguruan tinggi. Mereka selanjutnya dipersiapkan untuk mengisi posisi strategis di kementerian, lembaga pemerintahan, maupun institusi negara.
URI juga dirancang untuk mengintegrasikan sejumlah lembaga pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, termasuk Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Dengan konsep tersebut, pengembangan URI tidak hanya diarahkan pada pendidikan akademis, tetapi juga pembinaan kepemimpinan dan peningkatan kompetensi aparatur negara.
Karena itu, pengembangan kurikulum menjadi salah satu aspek penting dalam menentukan arah pendidikan dan pelatihan yang akan diterapkan di URI.
Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia
Salah satu program yang berkaitan dengan pengembangan URI adalah Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI).
Pada Selasa (3/11/2026), Presiden Prabowo memberikan taklimat kepada 400 peserta P3MDI Angkatan 1 Tahun 2026 di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Para peserta merupakan lulusan sarjana terpilih yang akan mengikuti pelatihan intensif selama enam bulan dan magang selama dua bulan. Setelah menyelesaikan rangkaian program tersebut, mereka diproyeksikan untuk bekerja tetap di lingkungan BUMN.
Dalam taklimat tersebut, Prabowo menekankan pentingnya penguatan kompetensi, kapasitas profesional, serta jiwa kebangsaan bagi calon pemimpin masa depan Indonesia.
Presiden juga mendorong para peserta menghasilkan riset, solusi, dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi kemajuan bangsa.
Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Donny di Hambalang, Bogor, pada 25 Oktober 2026, Prabowo menerima laporan perkembangan 384 peserta didik P3MD yang dijadwalkan menjalani magang pada Januari dan Februari 2027.
Dalam pertemuan yang sama, Donny juga melaporkan perkembangan pembangunan gedung Universitas Republik Indonesia di Cikasungka, Bogor.
Pertemuan Prabowo dengan Mendiktisaintek dan Gubernur URI kali ini pun menjadi perhatian karena berpotensi membahas arah pengembangan kurikulum pendidikan tinggi di lingkungan URI.
Meski belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai keputusan atau arahan Presiden, pembahasan tersebut dapat menjadi bagian penting dalam menyiapkan lembaga pendidikan yang diproyeksikan melahirkan calon pemimpin masa depan Indonesia. ***






