POJOKSATU.id - Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2026 akan menghadirkan sejumlah agenda strategis di Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, pada 10-13 November 2026.
Salah satu agenda utama konferensi ini adalah peluncuran lima program inisiatif strategis oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Program tersebut mencakup Digital Maturity Index atau Indeks Maturitas Perguruan Tinggi hingga GenAI Framework.
Selain peluncuran program, KPPTI 2026 akan membahas transformasi pendidikan tinggi melalui sesi pleno dan diskusi dalam empat klaster.
Hasil pembahasan nantinya dirumuskan menjadi rekomendasi dan komitmen bersama perguruan tinggi Indonesia.
Lima Inisiatif Strategis Diluncurkan pada Hari Pertama
Rangkaian kegiatan diawali pada Selasa, 10 November 2026. Agenda meliputi registrasi peserta, penataan pameran, penerimaan delegasi, serta koordinasi moderator dan tim perumus.
Pembukaan utama berlangsung pada Rabu, 11 November 2026, di Hall Lantai 1 Gedung Airlangga Convention Center (ACC). Kegiatan dimulai pukul 13.30 WIB dengan kunjungan pameran oleh Mendiktisaintek.
Setelah upacara pembukaan, Rektor UNAIR akan menyampaikan pengantar KPPTI, dilanjutkan Surabaya Message 2025 oleh Ketua MRPTNI.
Mendiktisaintek kemudian menyampaikan keynote speech mengenai transformasi perguruan tinggi untuk mendukung pencapaian SDGs dan meningkatkan dampak global melalui keunggulan berkelanjutan.
Agenda yang menjadi salah satu sorotan berlangsung pukul 15.00-15.15 WIB, yakni peluncuran lima inisiatif strategis:
Digital Maturity Index atau Indeks Maturitas Perguruan Tinggi.
GenAI Framework.
Konsorsium RSPT.
Pembelajaran dari proyek HETI tentang transformasi pendidikan tinggi melalui inovasi dan teknologi yang berdampak.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PERURI, Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), dan Tanoto Foundation.
Selanjutnya, Kepala Bappenas/Menteri PPN menyampaikan keynote speech mengenai peran perguruan tinggi dalam mempercepat pencapaian SDGs menuju Indonesia Emas 2045.
Hari pertama ditutup dengan sesi pleno bertema perguruan tinggi sebagai penggerak ekonomi nasional untuk kemandirian bangsa. Pada malam hari, panitia juga menggelar networking dinner.
Empat Klaster Pembahasan pada 12 November
Memasuki Kamis, 12 November 2026, agenda dimulai dengan keynote speech Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengenai pendidikan tinggi berbasis kearifan lokal untuk ekonomi kerakyatan, kemaslahatan, dan ketahanan budaya bangsa.
Dua sesi pleno berikutnya membahas penguatan pendidikan tinggi yang inklusif dan humanis serta transformasi pendidikan tinggi berbasis perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial.
Setelah itu, peserta mengikuti diskusi paralel yang dibagi ke dalam empat klaster utama.
Masing-masing klaster memiliki sejumlah subtema dan sesi presentasi praktik baik dari perguruan tinggi.
Klaster 1: Tata Kelola, Kepemimpinan, dan Keberlanjutan Perguruan Tinggi
Klaster pertama membahas penguatan tata kelola kampus, kepemimpinan, serta keberlanjutan institusi.
Pembahasannya meliputi otonomi dan akuntabilitas perguruan tinggi, pengembangan sumber daya manusia, diversifikasi pendanaan, hingga keberlanjutan kampus.
Sejumlah praktik baik yang diangkat antara lain pengelolaan kampus hemat energi, kemitraan untuk pencapaian SDGs, penguatan reputasi global, serta transformasi energi berkelanjutan.
Klaster 2: Transformasi Pembelajaran, Digitalisasi, dan Relevansi Lulusan
Klaster kedua berfokus pada perubahan proses pembelajaran di era kecerdasan artifisial.
Pembahasannya mencakup transformasi pembelajaran dan asesmen, kurikulum adaptif, keterampilan masa depan, serta kesiapan kerja lulusan.
Isu lain yang diangkat adalah kematangan digital perguruan tinggi, tata kelola data, dan etika penggunaan AI dalam pendidikan.
Beberapa contoh pembahasannya meliputi asesmen berbasis AI, etika generative AI, serta pembagian peran dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran berbantuan kecerdasan artifisial.
Klaster 3: Kemitraan dan Tridharma Berdampak bagi Pembangunan Daerah
Klaster ketiga menyoroti kolaborasi perguruan tinggi dengan pemerintah, industri, dan masyarakat untuk mendorong pembangunan daerah.
Topik yang dibahas mencakup hilirisasi inovasi berbasis potensi lokal, pemberdayaan petani dan desa, pengembangan ekonomi melalui KKN, serta penerapan pengetahuan untuk sektor pangan, kesehatan, energi, dan budaya.
Contoh praktik baik yang diangkat antara lain pengembangan Kampung Patin, pengolahan singkong menjadi mocaf, elektrifikasi desa menggunakan energi surya, pengembangan desa wisata, serta edukasi pencegahan anemia dan stunting.
Klaster 4: Akses, Inklusi, dan Jejaring Pendidikan Tinggi
Klaster keempat membahas perluasan akses dan keberhasilan studi bagi kelompok rentan, kemitraan pendidikan tinggi untuk wilayah 3T, perbatasan dan kepulauan, serta kolaborasi antarkampus dan internasionalisasi.
Pembahasan mencakup pengembangan kampus inklusif, akses pendidikan bagi penyandang disabilitas, pencegahan kekerasan terhadap anak, pembelajaran di wilayah terpencil, hingga kolaborasi pendidikan tinggi lintas negara.
Setiap klaster dijadwalkan menggelar presentasi dan diskusi. Pada Kamis malam, tim perumus dari Dewan Pendidikan Tinggi (DPT) akan menyusun hasil pembahasan masing-masing klaster.
Cetak Biru Perguruan Tinggi Berdampak 2045 dan Komunike Surabaya
Rangkaian KPPTI 2026 berlanjut pada Jumat, 13 November 2026, di Hall Lantai 1 Gedung ACC.
Agenda dimulai pukul 08.00 WIB dengan sesi pleno mengenai Cetak Biru Perguruan Tinggi Berdampak 2045 yang disampaikan Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI).
Selanjutnya, koordinator klaster memaparkan hasil diskusi berupa rekomendasi dan praktik baik. Hasil tersebut kemudian disintesis menjadi matriks aksi perguruan tinggi berdampak.
Salah satu agenda penting berikutnya adalah penyusunan Komunike Surabaya 2026. Dokumen ini menjadi pernyataan komitmen kolektif pendidikan tinggi Indonesia dan akan diserahkan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi.
KPPTI 2026 dijadwalkan ditutup oleh Dirjen Dikti pada pukul 10.30-10.40 WIB.
Untuk melihat susunan acara dan rincian sesi secara lengkap, pembaca dapat mengakses dokumen rundown KPPTI 2026 melalui tautan berikut: LIHAT AGENDA LENGKAP KPPTI 2026.
Melalui rangkaian agenda tersebut, KPPTI 2026 tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga ruang untuk merumuskan langkah bersama agar perguruan tinggi semakin relevan, inklusif, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. ***





