POJOKSATU.ID - Dalam upaya memperkuat sistem keamanan data pendidikan nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) resmi menerapkan Otentifikasi Ganda (Two-Factor Authentication/2FA).

Peraturan tersebut dilakukan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dikdasmen) pada sistem Single Sign-On (SSO) Dapodik.

Langkah strategis ini ditujukan untuk melindungi data sensitif milik jutaan pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik yang selama ini tersimpan dan dikelola melalui Aplikasi Dapodik.

Baca Juga: 93 WNI Beserta Staf Kedubes Dievakuasi dari Teheran ke Azerbaijan, Tempuh Jalan Darat 16 Jam

Untuk diketahui, aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) merupakan sistem pendataan daring yang mengelola data seluruh satuan pendidikan dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, PKBM, SKB hingga SLB.

Aplikasi ini memuat informasi mendalam tentang profil sekolah, peserta didik, guru dan tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana pendidikan.

Data dari Dapodik menjadi rujukan utama dalam penetapan berbagai kebijakan strategis pemerintah, termasuk penyaluran dana BOS, Tunjangan Profesi Guru, bantuan infrastruktur, hingga kebijakan zonasi PPDB.

Baca Juga: TPG TW2, Gaji 13 PLUS THR: Bakal Dicairkan Mulai Pekan Ketiga Juni, Begini Skema Tambahan Tunjangan Guru di 2025

Karena sifatnya yang krusial dan sensitif, Dapodik menjadi sasaran empuk bagi peretas (hacker) yang ingin menyusup, mencuri, atau merusak data.

Oleh karena itu, pembaruan sistem keamanan mutlak diperlukan untuk menghindari risiko kebocoran data yang dapat merugikan berbagai pihak.

Jawaban atas Ancaman Keamanan Siber
Mulai Juni 2025, seluruh pengguna yang mengakses sistem Dapodik melalui SSO diwajibkan untuk mengaktifkan otentifikasi ganda (2FA).

Baca Juga: TPG TW2 Mulai Cair, Tapi Ada Guru yang Belum Terima TPG TW1? Semua Akan Diselesaikan Juni 2025

Teknologi ini mewajibkan pengguna untuk tidak hanya memasukkan username dan password, tetapi juga kode verifikasi unik yang dihasilkan secara dinamis melalui aplikasi autentikator seperti Google Authenticator.

Langkah ini diharapkan dapat mencegah akses ilegal ke sistem Dapodik, bahkan jika kredensial pengguna (username/password) berhasil diretas.

Otentikasi ganda menambah lapisan keamanan ekstra yang jauh lebih sulit ditembus.

Langkah-Langkah Aktifkan 2FA pada SSO Dapodik
Berikut adalah panduan resmi yang disampaikan Kemendikbudristek kepada seluruh Dinas Pendidikan dan Satuan Pendidikan di Indonesia:

Baca Juga: Cek Pengumuman Hasil Akhir Seleksi PPPK bagi Pelamar Tenaga Non ASN Kementerian PANRB Tahun Anggaran 2024, Berikut Dokumen yang Harus Disiapkan

1. Unduh Aplikasi Google Authenticator
Unduh dan instal aplikasi Google Authenticator pada perangkat seluler:

- Untuk pengguna Android: tersedia di Google Play Store.

- Untuk pengguna iOS: tersedia di App Store.

Baca Juga: Cek Pengumuman Hasil Akhir Seleksi PPPK bagi Pelamar Tenaga Non ASN Kementerian PANRB Tahun Anggaran 2024, Berikut Dokumen yang Harus Disiapkan

2. Login ke SSO Dapodik
Masuk ke salah satu platform berikut:

- datadik.dikdasmen.go.id

- sp.datadik.dikdasmen.go.id

- ptk.datadik.dikdasmen.go.id

- Saat login, Anda akan melihat notifikasi status 2FA:

- Pilih "AKTIFKAN SEKARANG" untuk memulai aktivasi.

- Pilih "AKTIFKAN NANTI" untuk menunda aktivasi (opsi ini hanya tersedia sementara).

Baca Juga: Daftar Nama 16 Mahasiswa dan Mahasiswi Terpilih sebagai Penerima Beasiswa Sabrina Chairunnisa Jalur SNBT

3. Aktivasi Google Authenticator
- Buka aplikasi Google Authenticator.

- Klik tombol “+” (Tambah Akun Baru).

- Pilih Pindai Kode QR.

- Arahkan kamera perangkat ke kode QR yang muncul di halaman SSO Dapodik.

- Akun akan otomatis ditambahkan ke aplikasi autentikator.

Baca Juga: Dinas Pendidikan Tulungagung Tegur SDN 1 Kenayan Imbas Sejumlah Siswa Viral Sawer Biduan

4. Verifikasi Setiap Login
Setiap kali login ke SSO Dapodik:

- Masukkan username dan password seperti biasa.

- Anda akan diminta memasukkan kode verifikasi 6 digit dari aplikasi Google Authenticator.

- Kode berubah setiap 30 detik untuk meningkatkan keamanan.

Setelah memasukkan kode yang valid, Anda akan berhasil login.

Baca Juga: Dinas Pendidikan Tulungagung Tegur SDN 1 Kenayan Imbas Sejumlah Siswa Viral Sawer Biduan

Komitmen Pemerintah terhadap Keamanan Data Pendidikan
Dengan diberlakukannya otentifikasi ganda, Kemendikbudristek menunjukkan komitmen kuat terhadap keamanan dan integritas sistem pendidikan nasional.

Tidak hanya melindungi data internal satuan pendidikan, sistem ini juga menjaga akurasi data yang menjadi landasan kebijakan pendidikan skala nasional.

Penerapan 2FA ini juga sejalan dengan prinsip “Satu Data Pendidikan Indonesia”, yang menekankan pentingnya keakuratan, konsistensi, dan keamanan dalam pengelolaan data pendidikan.

Baca Juga: Imbas Teror Bom Pesawat Saudi Arabian Airlines di Kualanamu, TNI Pastikan Keselamatan Penumpang

Kemendikbudristek mengimbau kepada, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota, Kepala BBPMP dan BPMP, Kepala Satuan Pendidikan PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, PKBM, SKB, dan SLB.

untuk segera menyosialisasikan dan memastikan aktivasi 2FA di lingkungan kerja masing-masing.

Dukungan dan kerja sama semua pihak sangat diperlukan demi kelancaran dan keamanan sistem pendidikan digital yang semakin kompleks.

Baca Juga: Tak Perlu Beli, LENGKAP SEMUA Post Test Modul dan Format Jurnal PPG Guru Tertentu 2025 LOLOS VALIDASI, File PDF Bisa Diakses Gratis di Sini

Penerapan otentifikasi ganda pada SSO Dapodik merupakan langkah maju dalam era digitalisasi pendidikan.

Di tengah meningkatnya ancaman siber dan pentingnya perlindungan data, inovasi ini menjadi pondasi kuat untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan Indonesia. ***