POJOKSATU.id - Persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 tidak cukup hanya dengan menghafal istilah ekonomi.

Siswa juga perlu memahami konsep, membaca data, melakukan perhitungan, serta menganalisis persoalan ekonomi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini terlihat dalam dokumen latihan berjudul Soal TKA Ekonomi (Pilihan) SMA/MA/SMK Tahun 2025.

Dokumen tersebut memuat 30 indikator yang mencakup berbagai bidang ekonomi, mulai dari konsep dasar ilmu ekonomi, permintaan dan penawaran, pendapatan nasional, hingga akuntansi.

Materi latihan disajikan melalui beragam bentuk persoalan.

Ada soal pilihan ganda, pilihan ganda kompleks yang memungkinkan lebih dari satu jawaban benar, serta soal yang meminta siswa menentukan benar atau salah berdasarkan informasi yang tersedia.

Artinya, siswa perlu membiasakan diri memahami informasi secara cermat sebelum menentukan jawaban.

Mengingat beberapa soal menggunakan tabel, grafik, angka, dan ilustrasi kasus, kemampuan bernalar juga menjadi bagian penting dalam latihan.

Perlu diperhatikan, dokumen yang digunakan dalam artikel ini merupakan kumpulan soal latihan tahun 2025. Indikator di dalamnya dapat menjadi bahan belajar, tetapi tidak otomatis merupakan kisi-kisi resmi TKA 2026.

30 Indikator Latihan TKA Ekonomi yang Perlu Dipelajari

Berdasarkan dokumen latihan tersebut, materi Ekonomi terbagi dalam sejumlah kelompok besar. Berikut gambaran materi dan indikator yang dapat digunakan siswa untuk menyusun rencana belajar.

1. Konsep Dasar Ilmu Ekonomi

Bagian awal membahas konsep dasar ekonomi, terutama kelangkaan, biaya peluang, dan kegiatan ekonomi.

Ada tiga indikator yang perlu dipahami:

  1. Menentukan solusi permasalahan kelangkaan sumber daya ekonomi.

  2. Menentukan biaya peluang berdasarkan kegiatan ekonomi.

  3. Menjelaskan cara memecahkan masalah yang dihadapi pelaku ekonomi.

Dalam soal latihan, siswa dihadapkan pada persoalan alih fungsi lahan pertanian, pilihan setelah menyelesaikan pendidikan, serta keputusan perusahaan ketika harga bahan baku meningkat.

Materi ini menguji kemampuan memahami bahwa sumber daya terbatas, sedangkan kebutuhan dan pilihan manusia beragam.

Siswa perlu berlatih mengidentifikasi penyebab masalah, membandingkan alternatif keputusan, serta menentukan pilihan yang paling tepat berdasarkan prinsip ekonomi.

2. Permintaan, Penawaran, dan Keseimbangan Pasar

Materi ekonomi mikro menjadi salah satu bagian penting dalam dokumen latihan. Soal-soalnya berkaitan dengan perubahan harga, biaya produksi, jumlah barang yang ditawarkan, hingga pengaruh pajak terhadap keseimbangan pasar.

Indikator yang tercantum meliputi:

  1. Menjelaskan faktor yang memengaruhi perubahan harga pada keseimbangan pasar.

  2. Menerapkan konsep fungsi penawaran berdasarkan perubahan harga atau barang yang ditawarkan.

  3. Menganalisis keseimbangan pasar sebelum dan setelah pajak.

  4. Menginterpretasikan grafik permintaan berdasarkan perubahan harga atau barang yang diminta.

Contoh persoalan yang digunakan antara lain kenaikan biaya produksi akibat kenaikan upah, perhitungan fungsi penawaran bahan kue, pengaruh pajak terhadap pasar, serta perubahan permintaan sepeda motor ketika harga bahan bakar minyak naik.

Untuk menguasai bagian ini, siswa perlu memahami hubungan antara harga dan jumlah barang yang diminta atau ditawarkan.

Latihan juga sebaiknya mencakup cara membaca grafik, memasukkan angka ke dalam fungsi permintaan atau penawaran, dan menghitung perubahan keseimbangan pasar.

Jangan hanya menghafal bahwa kenaikan harga dapat memengaruhi jumlah permintaan. Pahami pula perbedaan antara perubahan jumlah yang diminta akibat perubahan harga barang itu sendiri dan pergeseran kurva akibat faktor lain.

3. Pendapatan Nasional, Pertumbuhan Ekonomi, dan Pembangunan

Bagian berikutnya membahas ukuran perekonomian suatu negara serta kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat.

Indikator yang terdapat dalam dokumen latihan adalah:

  1. Menentukan hasil perhitungan pendapatan nasional.

  2. Menentukan faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi.

  3. Menginterpretasikan keterkaitan antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

  4. Menginterpretasikan kondisi pembangunan ekonomi berdasarkan data dua negara.

Siswa akan menjumpai persoalan perhitungan pendapatan nasional, analisis faktor pendorong pertumbuhan ekonomi, hubungan pertumbuhan ekonomi dengan ketimpangan pendapatan, serta perbandingan indikator pembangunan dua negara.

Materi ini tidak hanya menuntut kemampuan berhitung. Siswa juga perlu membaca tabel, memahami arti suatu indikator, dan menarik kesimpulan berdasarkan data.

Pelajari perbedaan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi berkaitan dengan peningkatan aktivitas atau output perekonomian, sedangkan pembangunan ekonomi mencakup perubahan yang lebih luas, termasuk aspek kesejahteraan.

Ketika mengerjakan soal berbasis data, perhatikan satuan, tahun pengamatan, dan indikator yang dibandingkan. Hindari mengambil kesimpulan hanya dari satu angka tanpa melihat informasi lainnya.

4. Ketenagakerjaan dan Permasalahan Pengangguran

Materi ketenagakerjaan membahas jenis pengangguran serta upaya mengatasi persoalan di pasar kerja.

Dua indikator yang tercantum dalam dokumen adalah:

  1. Mengidentifikasi jenis pengangguran.

  2. Menganalisis pemecahan masalah pengangguran.

Soal latihan menggunakan ilustrasi orang yang baru lulus kuliah dan sedang mencari pekerjaan, pencari kerja yang belum memenuhi kualifikasi perusahaan, pekerja yang berhenti karena pindah tempat tinggal, hingga pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja akibat penurunan permintaan.

Siswa perlu memahami perbedaan jenis pengangguran berdasarkan penyebabnya. Jangan langsung menentukan jenis pengangguran hanya karena seseorang belum bekerja. Perhatikan alasan orang tersebut kehilangan pekerjaan atau belum memperoleh pekerjaan.

Selain itu, pelajari berbagai pendekatan untuk mengatasi pengangguran, termasuk peningkatan keterampilan, pendidikan, dan kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan dunia kerja.

Dalam soal berbentuk kasus, pilih solusi yang menjawab akar persoalan, bukan sekadar tindakan yang memberikan bantuan sementara.

5. Indeks Harga dan Inflasi

Materi inflasi menguji kemampuan memahami kenaikan harga serta mengolah data indeks harga.

Indikator yang perlu dipelajari meliputi:

  1. Mengidentifikasi faktor penyebab inflasi.

  2. Menghitung Indeks Harga Konsumen (IHK) dengan metode agregatif sederhana.

  3. Menganalisis hal-hal yang berdampak terhadap laju inflasi.

Contoh soal dalam dokumen membahas kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan, perhitungan IHK berdasarkan perubahan harga sejumlah barang, serta perbandingan indeks harga beberapa sektor.

Siswa perlu membedakan inflasi yang dipicu meningkatnya permintaan dengan inflasi yang berkaitan dengan kenaikan biaya atau terganggunya pasokan.

Untuk soal perhitungan, pelajari rumus indeks harga dan pastikan dapat membedakan harga pada tahun dasar dengan harga pada tahun yang dibandingkan.

Sementara itu, untuk soal analisis, perhatikan perubahan angka dari satu periode ke periode berikutnya. Kenaikan indeks harga dapat memberikan informasi tentang perubahan harga, tetapi kesimpulan mengenai dampaknya perlu mengikuti data dan konteks soal.

6. Bank Sentral dan Kebijakan Moneter

Kelompok materi ini membahas peran bank sentral serta instrumen yang digunakan untuk memengaruhi kondisi moneter.

Tiga indikator yang tercantum adalah:

  1. Mengidentifikasi peran dan fungsi bank sentral.

  2. Menentukan instrumen kebijakan moneter.

  3. Mengevaluasi instrumen kebijakan moneter.

Dalam latihan, siswa diminta mengenali fungsi Bank Indonesia, memahami kebijakan moneter untuk menghadapi peningkatan konsumsi dan tekanan inflasi, serta menganalisis dampak perubahan rasio Cadangan Wajib Minimum (GWM).

Materi ini menuntut pemahaman tentang hubungan antara kebijakan moneter, likuiditas perbankan, suku bunga, penyaluran kredit, konsumsi, dan inflasi.

Siswa perlu mengenali instrumen kebijakan moneter yang disebutkan dalam soal, seperti suku bunga, operasi pasar terbuka, dan pengaturan cadangan wajib minimum.

Namun, jangan berhenti pada definisi. Latih pula kemampuan menjelaskan bagaimana suatu kebijakan dapat memengaruhi perekonomian dan mengapa dampaknya tidak selalu terjadi secara otomatis.

7. Kebijakan Fiskal dan Perpajakan

Pajak tidak hanya berkaitan dengan kewajiban warga negara, tetapi juga memiliki fungsi dalam pembiayaan dan pengaturan kegiatan ekonomi.

Dalam dokumen latihan, bagian ini mencakup dua indikator:

  1. Menentukan dampak dari penerapan fungsi pajak.

  2. Menyimpulkan jenis, peran, fungsi, atau prinsip perpajakan.

Contoh persoalan membahas pajak atas barang yang dinilai memiliki dampak negatif, perbedaan pajak yang dibayarkan karyawan dan pelaku usaha, serta pemanfaatan penerimaan pajak untuk membiayai pengeluaran negara.

Siswa perlu memahami perbedaan pajak langsung dan tidak langsung, fungsi anggaran atau budgeter, serta fungsi regulasi pajak.

Pelajari pula prinsip perpajakan yang relevan dengan materi ekonomi. Ketika menghadapi soal berbentuk kasus, identifikasi terlebih dahulu siapa yang membayar pajak, jenis pajaknya, tujuan kebijakan, dan penggunaan penerimaan negara yang disebutkan dalam ilustrasi.

8. Manajemen Badan Usaha dan Koperasi

Materi badan usaha dalam dokumen latihan berkaitan dengan persoalan modal, ketersediaan bahan baku, pengelolaan arus kas, serta perhitungan Sisa Hasil Usaha (SHU).

Tiga indikator yang perlu diperhatikan adalah:

  1. Menjelaskan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah badan usaha.

  2. Menganalisis pemecahan masalah manajemen badan usaha.

  3. Menghitung SHU yang diperoleh anggota koperasi.

Contoh soal menggunakan kasus usaha kerajinan yang kesulitan memperoleh modal dan bahan baku, perusahaan yang mengalami masalah arus kas, serta anggota koperasi yang memperoleh bagian SHU berdasarkan data simpanan dan transaksi.

Untuk materi ini, siswa perlu menghubungkan masalah usaha dengan solusi yang masuk akal.

Persoalan modal, misalnya, tidak selalu selesai hanya dengan menambah pinjaman. Perhatikan pula pengelolaan keuangan, ketersediaan bahan baku, kualitas produk, dan keberlanjutan usaha.

Pada soal koperasi, pelajari komponen yang digunakan untuk menghitung SHU serta dasar pembagiannya sesuai informasi yang diberikan. Baca setiap angka dan persentase dengan teliti sebelum melakukan perhitungan.

9. Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan Internasional

Bagian ekonomi internasional membahas bentuk kerja sama antarnegara dan kebijakan perdagangan.

Tiga indikator yang tercantum dalam dokumen adalah:

  1. Menentukan jenis kerja sama internasional.

  2. Menganalisis kebijakan perdagangan internasional yang sesuai untuk mengatasi suatu permasalahan.

  3. Menganalisis dampak hambatan perdagangan terhadap daya saing ekspor.

Persoalan dalam latihan mencakup perbedaan kerja sama regional, bilateral, dan multilateral; strategi menghadapi defisit neraca perdagangan; serta kemungkinan dampak pengenaan bea masuk tambahan terhadap ekspor suatu negara.

Siswa perlu memahami bahwa kebijakan perdagangan internasional harus dikaitkan dengan masalah yang ingin diselesaikan. Kebijakan untuk meningkatkan daya saing ekspor, misalnya, perlu mempertimbangkan kualitas produk, biaya produksi, inovasi, dan hambatan perdagangan.

Latih kemampuan menilai konsekuensi suatu kebijakan. Jangan hanya menghafal istilah seperti tarif, subsidi, kuota, atau dumping tanpa memahami penggunaannya dalam konteks persoalan.

10. Persamaan Dasar Akuntansi dan Laporan Keuangan

Tiga indikator terakhir dalam dokumen latihan berhubungan dengan akuntansi perusahaan jasa.

Indikator tersebut meliputi:

  1. Menentukan pengaruh perubahan transaksi pada persamaan dasar akuntansi.

  2. Menentukan catatan perubahan transaksi pada persamaan dasar akuntansi.

  3. Menghitung modal awal atau modal akhir perusahaan jasa.

Soal latihan menyajikan transaksi penerimaan pendapatan, pembayaran sewa, pembelian peralatan secara kredit, penambahan investasi pemilik, serta tagihan yang belum dibayar.

Ada pula persoalan perubahan persamaan dasar akuntansi setelah perusahaan membayar utang dan biaya bunga, serta perhitungan modal awal berdasarkan data pendapatan, beban, prive, dan modal akhir.

Siswa perlu menguasai persamaan dasar akuntansi:

Aset = Liabilitas (Utang) + Ekuitas (Modal)

Setiap transaksi harus dianalisis berdasarkan pengaruhnya terhadap aset, utang, dan modal. Misalnya, pembelian peralatan secara kredit menambah aset sekaligus utang, sedangkan pembayaran utang menggunakan kas mengurangi aset dan utang.

Untuk perhitungan modal, pahami hubungan modal awal, pendapatan, beban, prive, dan modal akhir. Perhatikan tanda penambahan atau pengurangan agar tidak keliru saat memasukkan angka ke dalam rumus.

Cara Belajar Ekonomi agar Lebih Siap Menghadapi TKA 2026

Banyaknya materi tidak berarti siswa harus mempelajari semuanya sekaligus. Persiapan akan lebih terarah jika dilakukan berdasarkan kelompok materi dan jenis kemampuan yang diuji.

Berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan.

1. Kuasai konsep sebelum menghafal istilah

Mulailah dengan memahami makna kelangkaan, biaya peluang, permintaan, penawaran, inflasi, pertumbuhan ekonomi, kebijakan moneter, perpajakan, dan persamaan dasar akuntansi.

Setelah memahami konsep, cobalah menjelaskan kembali dengan kalimat sendiri. Cara ini membantu menguji apakah materi benar-benar dipahami atau sekadar dihafal.

2. Pisahkan latihan hitungan dan analisis kasus

Buat sesi latihan khusus untuk soal numerik, seperti fungsi penawaran, pendapatan nasional, IHK, SHU, dan persamaan dasar akuntansi.

Pada sesi lain, berlatihlah menganalisis persoalan pengangguran, kebijakan pemerintah, perdagangan internasional, serta pengelolaan badan usaha.

Pemisahan ini membantu siswa mengetahui bagian mana yang sudah dikuasai dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki.

3. Biasakan membaca tabel dan grafik

Jangan langsung melihat pilihan jawaban. Periksa terlebih dahulu judul tabel, satuan, periode, variabel yang dibandingkan, serta perubahan angka.

Pada grafik permintaan dan penawaran, pastikan memahami arti sumbu dan arah pergeseran kurva. Pada tabel ekonomi, hindari menyimpulkan hubungan sebab-akibat hanya berdasarkan perubahan dua angka.

4. Latih soal pilihan ganda kompleks

Dalam bentuk soal ini, lebih dari satu pernyataan dapat menjadi jawaban benar. Karena itu, nilai setiap pernyataan secara terpisah.

Jangan memilih semua jawaban hanya karena tampak masuk akal. Cocokkan setiap pernyataan dengan konsep, data, dan konteks yang tersedia.

5. Buat catatan kesalahan

Setelah mengerjakan latihan, catat soal yang salah dan penyebabnya. Apakah karena lupa konsep, keliru membaca data, salah memasukkan angka, atau terburu-buru menentukan jawaban?

Ulangi soal sejenis sampai dapat menjelaskan langkah penyelesaiannya. Cara ini lebih efektif daripada sekadar menghafal kunci jawaban.

6. Gunakan contoh soal sebagai bahan evaluasi

Siswa dapat mengerjakan soal latihan terlebih dahulu tanpa melihat pembahasan atau jawaban. Setelah selesai, tinjau kembali setiap jawaban dan pelajari alasan di balik penyelesaiannya.

Ingat, tujuan latihan bukan hanya memperoleh nilai tinggi, melainkan membangun pemahaman dan kemampuan bernalar yang dapat digunakan saat menghadapi soal berbeda.

Download Contoh Soal TKA Ekonomi untuk Latihan

Untuk membantu persiapan, siswa dapat menggunakan dokumen soal TKA Ekonomi tahun 2025 sebagai bahan latihan. Dokumen tersebut memuat contoh persoalan dari sejumlah bidang ekonomi dan akuntansi.

Link download contoh soal:
https://drive.google.com/file/d/12LPPseLSnjNwZmKIkfyRejD3UuFUphIm/view

Gunakan dokumen tersebut untuk berlatih membaca soal, memahami indikator, dan mengukur penguasaan materi. Karena merupakan bahan latihan tahun 2025, jangan menganggap seluruh soal di dalamnya sebagai soal yang akan keluar pada TKA 2026.

Jadwal Umum TKA 2026 yang Perlu Diperhatikan

Siswa juga perlu memperhatikan jadwal pelaksanaan TKA agar persiapan belajar dapat disesuaikan dengan waktu yang tersedia.

Berikut jadwal umum yang menjadi acuan persiapan:

Pelaksanaan utama

  • Gelombang 1: 26-29 Oktober 2026.

  • Gelombang 2: 2-5 November 2026.

Pelaksanaan khusus

  • Mata pelajaran wajib: 31 Oktober-1 November 2026.

  • Mata pelajaran pilihan: 7-8 November 2026.

Pelaksanaan susulan

  • Gelombang 1: 16-19 November 2026.

  • Gelombang 2: 23-26 November 2026.

  • Mata pelajaran wajib: 21-22 November 2026.

  • Mata pelajaran pilihan: 28-29 November 2026.

Pelaksanaan khusus dan susulan merupakan kategori yang berbeda. Siswa perlu mengikuti ketentuan serta jadwal yang berlaku bagi masing-masing peserta, bukan menganggap seluruh tanggal tersebut sebagai jadwal yang harus diikuti setiap siswa.

Jadwal di atas merupakan gambaran umum untuk perencanaan belajar. Pastikan kembali jadwal, sesi, dan ketentuan pelaksanaan melalui sekolah atau penyelenggara TKA sesuai informasi resmi yang diterima.

Jangan Menunggu Hari Pelaksanaan untuk Mulai Berlatih

TKA Ekonomi membutuhkan perpaduan pemahaman konsep, ketelitian berhitung, kemampuan membaca data, dan penalaran. Karena itu, persiapan sebaiknya dilakukan secara bertahap, bukan hanya dengan mengerjakan soal sebanyak-banyaknya menjelang ujian.

Mulailah dari materi yang paling sulit, susun target latihan harian, dan evaluasi kesalahan secara rutin. Jika belum menguasai soal perhitungan, luangkan waktu untuk memahami rumus dan langkah pengerjaannya.

Jika kesulitan pada soal kasus, biasakan mengidentifikasi masalah, konsep yang berkaitan, serta pilihan solusi yang paling tepat.

Dengan belajar terarah dan berlatih secara konsisten, siswa SMA/MA/SMK dapat meningkatkan kesiapan menghadapi TKA 2026. Jadikan setiap soal sebagai kesempatan untuk memperkuat pemahaman, bukan sekadar mengejar jawaban benar. ***