POJOKSATU.id - Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA 2026 tidak hanya mengujikan Bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran wajib, tetapi juga menyediakan Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut sebagai salah satu mata pelajaran pilihan.

Keduanya sama-sama mengukur keterampilan membaca.

Namun, Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut menuntut kemampuan yang lebih mendalam dalam memahami teks akademik, mengolah informasi, menilai gagasan, serta mengapresiasi karya sastra.

Karena itu, siswa yang memilih mata pelajaran ini perlu mempersiapkan diri dengan mempelajari karakteristik teks, kompetensi yang diujikan, dan bentuk penalaran yang dibutuhkan untuk menjawab soal.

Salah satu cara untuk memulai persiapan adalah berlatih menggunakan contoh soal TKA Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut dalam format PDF.

Mengenal TKA Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut 2026

Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut merupakan salah satu mata pelajaran pilihan dalam TKA untuk jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK.

Dalam pelaksanaan TKA, siswa jenjang tersebut mengikuti tiga mata pelajaran wajib, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris, serta memilih dua mata pelajaran tambahan dari daftar yang tersedia.

Pemilihan mata pelajaran pilihan perlu disesuaikan dengan minat, kemampuan, dan rencana studi lanjutan siswa.

TKA Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut berfokus pada keterampilan membaca, tetapi dengan karakteristik bacaan dan kompetensi yang menuntut pemahaman lebih mendalam.

Siswa tidak cukup hanya menemukan informasi dalam teks, melainkan juga perlu menyusun kembali informasi, membuat ikhtisar, menilai argumen, dan menafsirkan penggunaan bahasa.

Informasi mengenai mata pelajaran dan kerangka asesmen dapat dipelajari melalui situs resmi Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen.

Materi TKA Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut SMA 2026

Berdasarkan kerangka asesmen resmi, terdapat sejumlah kompetensi membaca yang perlu dikuasai siswa. Berikut penjelasan materi yang dapat dijadikan panduan belajar.

1. Memahami informasi tersurat dalam teks

Siswa perlu mampu mengidentifikasi informasi yang disampaikan secara langsung dalam bacaan.

Kompetensi ini mencakup menemukan fakta, mengenali informasi penting, memahami gagasan dalam teks akademik, serta mengidentifikasi karakter, peristiwa, dan latar dalam karya sastra Indonesia maupun terjemahan.

Kemampuan tersebut menjadi dasar untuk memahami keseluruhan isi teks sebelum melakukan analisis lebih lanjut.

2. Menyusun kembali dan mengolah informasi

Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut juga mengukur kemampuan mengolah informasi yang ditemukan dalam bacaan.

Siswa perlu mampu menyusun ulang, mengelompokkan, membuat ikhtisar, dan menyajikan kembali informasi tersurat secara tepat.

Dalam konteks akademik dan dunia kerja, kompetensi ini dapat mencakup mengubah informasi dalam tabel atau grafik menjadi uraian, maupun menyajikan informasi berbentuk uraian menjadi tabel atau grafik.

Karena itu, latihan tidak cukup hanya berfokus pada menemukan jawaban. Siswa juga perlu memahami cara mengorganisasi informasi tanpa mengubah makna aslinya.

3. Menyimpulkan informasi tersirat

Informasi tersirat merupakan informasi yang perlu dipahami melalui hubungan antargagasan, konteks, atau petunjuk dalam teks.

Siswa perlu mampu menyimpulkan makna yang tidak dinyatakan secara langsung, memahami hubungan sebab-akibat, serta menghubungkan informasi dari beberapa bagian bacaan.

Pada teks sastra, kemampuan ini juga digunakan untuk memahami nilai budaya, sosial, moral, religius, dan pendidikan yang terkandung dalam karya.

Siswa dapat berlatih dengan membaca teks secara menyeluruh, mengenali petunjuk penting, kemudian menyusun kesimpulan yang didukung isi bacaan.

4. Menilai gagasan, fakta, dan opini

Kompetensi evaluasi menjadi bagian penting dalam TKA Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut.

Siswa perlu mampu menilai gagasan dan pandangan dalam berbagai teks, baik digital maupun cetak, berdasarkan kaidah penalaran yang logis.

Selain itu, siswa perlu menilai ketepatan dan kesesuaian informasi antarteks dalam konteks sosial, akademik, maupun dunia kerja.

Dalam karya sastra, penilaian dapat mencakup gagasan atau tindakan tokoh berdasarkan norma dan nilai individu maupun sosial.

Kemampuan ini menuntut siswa untuk mempertimbangkan bukti, memahami konteks, dan membedakan penilaian yang didukung teks dari pendapat yang tidak memiliki dasar memadai.

5. Memahami penggunaan bahasa dan unsur sastra

TKA Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut juga mencakup kemampuan menanggapi isi teks, mengidentifikasi diri dengan tokoh atau kejadian, serta menilai penggunaan bahasa penulis.

Siswa perlu memahami ketepatan penggunaan afiks, konstruksi frasa, klausa, dan kalimat. Pemahaman tentang kohesi dan koherensi dalam teks ilmiah juga menjadi bagian dari kompetensi yang diukur.

Dalam bidang sastra, siswa perlu memahami penggunaan kiasan dan citraan, membandingkan nilai-nilai dalam karya sastra Indonesia maupun terjemahan, serta menyimpulkan respons emosional terhadap unsur puisi, prosa, dan drama.

Siswa juga perlu berlatih mengalihwahanakan puisi ke dalam bentuk prosa.

Dengan demikian, materi Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut tidak terbatas pada pemahaman isi bacaan, tetapi juga mencakup analisis struktur bahasa dan apresiasi sastra.

Jenis Teks yang Diujikan

Kerangka asesmen TKA Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut mencakup teks informasi dan teks fiksi.

Teks informasi dapat berisi fakta, konsep, prosedur, dan metakognisi dari berbagai bidang. Topiknya dapat beragam, dengan konteks lokal, nasional, maupun global.

Teks informasi dapat disajikan secara tunggal maupun jamak. Siswa perlu memahami isi setiap teks sekaligus membandingkan informasi yang disampaikan apabila terdapat lebih dari satu bacaan.

Teks fiksi dapat berupa cerita realis maupun absurd. Karakteristiknya mencakup latar konkret, metaforis, atau abstrak; tokoh dengan karakter kompleks; konflik tunggal maupun jamak; penyelesaian terbuka; serta alur dan sudut pandang campuran.

Dari segi kebahasaan, teks yang digunakan memiliki karakteristik kosakata dan struktur kalimat yang lebih kompleks.

Kosakata dapat mencakup kata umum dan khusus, kata berimbuhan kompleks, kata abstrak, istilah teknis, makna konotatif, serta nuansa makna. Kalimat yang digunakan dapat berupa kalimat kompleks dengan beragam pola, kalimat efektif, dan kalimat logis.

Panjang teks yang digunakan umumnya sekitar 300-350 kata, kecuali teks puisi.

Karakteristik tersebut perlu diperhatikan siswa ketika menyusun strategi belajar dan memilih bahan latihan.

Tips Belajar TKA Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut 2026

Agar persiapan lebih terarah, siswa dapat melakukan beberapa langkah berikut.

  1. Perbanyak membaca teks akademik. Gunakan artikel ilmiah populer, esai, laporan, dan bacaan informatif untuk melatih pemahaman terhadap gagasan yang kompleks.

  2. Latih kemampuan membuat ikhtisar. Setelah membaca, tuliskan gagasan utama dan informasi pendukung dengan bahasa sendiri tanpa mengubah makna teks.

  3. Biasakan membandingkan bacaan. Identifikasi persamaan, perbedaan, serta ketepatan informasi dalam dua teks yang membahas topik serupa.

  4. Perdalam pemahaman sastra. Pelajari unsur puisi, prosa, dan drama, termasuk karakter tokoh, konflik, nilai-nilai, kiasan, serta citraan.

  5. Pelajari struktur dan penggunaan bahasa. Latih pemahaman tentang afiks, konstruksi frasa dan klausa, kalimat efektif, serta kohesi dan koherensi.

  6. Evaluasi setiap jawaban. Periksa kembali bukti dalam teks yang mendukung jawaban agar terbiasa menggunakan penalaran yang tepat.

Download PDF Contoh Soal TKA Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut

Siswa yang ingin mulai berlatih dapat mengakses dokumen melalui tautan Google Drive berikut.

Download PDF Contoh Soal TKA Bahasa Indonesia Pilihan SMA 2026 melalui Google Drive

Setelah membuka tautan, siswa dapat melihat dokumen dan mengunduhnya melalui menu yang tersedia di Google Drive, apabila akses unduhan diizinkan oleh pemilik file.

Perlu diperhatikan, tautan tersebut merupakan dokumen latihan yang dibagikan untuk dipelajari.

Judul, tahun penyusunan, dan kesesuaiannya dengan kerangka resmi TKA 2026 perlu diperiksa langsung pada dokumen sebelum digunakan sebagai acuan persiapan.

Sementara itu, kerangka asesmen resmi dapat dipelajari melalui laman TKA Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut SMA.

Pada akhirnya, menghadapi TKA Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan membaca cepat.

Ketelitian memahami informasi, ketajaman menilai gagasan, dan kepekaan mengapresiasi sastra menjadi bekal penting bagi siswa yang ingin menunjukkan kemampuan akademiknya secara optimal. ***