POJOKSATU.id - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menggelar pertemuan strategis pada Senin 27 Oktober 2025.
Pertemuan di kantor Kemdiktisaintek itu membahas sinergi pengembangan riset dan SDM bidang kecerdasan artifisial (AI) untuk memperkuat kedaulatan data nasional.
Menteri Brian menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan arah riset nasional agar sejalan dengan kebutuhan strategis negara.
Baca Juga: Kodim 0604 Karawang Resmikan Gedung Baru Sekaligus Rayakan HUT ke-80 TNI
"Kami berkomitmen untuk menyinergikan arah riset nasional agar sejalan dengan kebutuhan strategis negara," ujar Menteri Brian.
Menteri Brian juga menyoroti kesiapan kampus menjadi motor utama pengembangan talenta AI.
"Dunia kampus siap menjadi motor utama pengembangan talenta bidang AI yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga paham konteks kebijakan dan industri nasional," lanjut Menteri.
Baca Juga: Wapres Gibran Hadiri Acara Mancing Gratis di Bekasi, Netizen: Asal Gak Ganggu Presiden
Brian Yuliarto menekankan kolaborasi riset kampus dan industri agar hasilnya tidak berhenti di laboratorium.
"Kita harus memastikan bahwa riset tidak berhenti di laboratorium. Kolaborasi ini menjadi momentum bagi kampus dan pemerintah untuk mengubah pengetahuan menjadi solusi konkret bagi bangsa," tegas Menteri Brian.
Mendiktisaintek menyoroti kebutuhan Indonesia membangun model AI yang sepenuhnya dikelola di dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan pada platform asing yang berisiko mengakses data strategis.
Baca Juga: Detik-detik Guru SD di Wonosobo Dilabrak saat Selingkuh dengan Suami Orang, Istri Sah Singgung soal Check In
Di sisi lain, Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan AI adalah instrumen krusial untuk menjaga kedaulatan digital bangsa.
"Data adalah aset bangsa. Kita tidak boleh terus menjadi konsumen teknologi asing. Pengembangan AI harus kita arahkan agar melindungi kepentingan nasional dan membangun sistem yang berpihak pada Indonesia," ujar Menteri Meutya.
Komdigi memaparkan inisiatif program AI Talent Factory yang melibatkan praktisi internasional dari Oxford, MIT, dan diaspora, dengan Universitas Brawijaya sebagai kampus percontohan.
Baca Juga: Viral Guru Cantik Bersuami di Wonosobo Kepergok Makan Bareng Pria Lain, Istri Sah Langsung Melabrak
Kedua kementerian sepakat memperkuat riset terapan di sektor strategis seperti pertanian, pertahanan, dan ekonomi digital, termasuk untuk keamanan siber dan data center.
Mereka juga berencana menggandeng Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk proyek uji coba teknologi satelit nasional, khususnya mendukung konektivitas di wilayah perbatasan.
Kolaborasi ini diharapkan menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan AI di Asia Tenggara yang berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.***




