POJOKSATU.id, Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/MA/SMK dan sederajat tahun 2026 mulai dilaksanakan pada Senin, 26 Oktober 2026.
Para siswa yang mengikuti asesmen ini perlu mempersiapkan diri agar dapat mengerjakan soal secara optimal.
Persiapan menghadapi TKA tidak cukup hanya dengan mempelajari materi pelajaran.
Peserta juga perlu memahami karakteristik soal, mengatur waktu pengerjaan, serta menjaga konsentrasi selama ujian berlangsung.
TKA merupakan asesmen yang digunakan untuk mengukur capaian akademik siswa pada mata pelajaran tertentu.
Hasilnya dapat menjadi salah satu informasi pendukung dalam proses seleksi pendidikan lanjutan, termasuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Oleh karena itu, siswa perlu menerapkan strategi yang tepat agar dapat memanfaatkan waktu ujian secara efektif dan menghindari kesalahan saat menjawab pertanyaan.
Lantas, bagaimana tips mengerjakan soal TKA SMA 2026 agar lebih mudah dan maksimal?
Berikut sejumlah strategi yang bisa diterapkan peserta menjelang pelaksanaan TKA.
1. Pahami Instruksi Sebelum Menjawab
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membaca petunjuk pengerjaan dengan cermat.
Pastikan peserta memahami apa yang ditanyakan, informasi yang tersedia, serta cara memberikan jawaban sesuai ketentuan.
Jangan terburu-buru memilih jawaban hanya karena merasa mengenali materi yang dibahas.
Kesalahan dalam memahami pertanyaan dapat menyebabkan jawaban tidak sesuai dengan yang diminta.
2. Kerjakan Soal yang Lebih Mudah Terlebih Dahulu
Ketika menghadapi soal yang sulit, peserta sebaiknya tidak terpaku terlalu lama pada satu pertanyaan.
Jika sistem ujian memungkinkan, lanjutkan terlebih dahulu ke soal lain yang lebih mudah dikerjakan.
Setelah itu, peserta dapat kembali mengerjakan pertanyaan yang sebelumnya dilewati.
Cara ini membantu siswa mengalokasikan waktu secara lebih efektif sekaligus memberikan kesempatan untuk menjawab lebih banyak soal yang sudah dipahami.
3. Atur Waktu Pengerjaan
Manajemen waktu menjadi salah satu faktor penting dalam mengerjakan TKA.
Peserta perlu menyesuaikan kecepatan menjawab dengan durasi yang tersedia untuk setiap mata pelajaran.
Sebagai gambaran, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris masing-masing memiliki durasi 75 menit untuk 30 soal, sedangkan Matematika menyediakan waktu 75 menit untuk 25 soal berdasarkan informasi jadwal yang dirujuk sebelumnya.
Dengan pembagian waktu tersebut, siswa perlu menghindari kebiasaan menghabiskan terlalu banyak waktu pada satu soal.
Namun, pembagian waktu tidak harus sama untuk setiap pertanyaan.
Soal yang membutuhkan analisis lebih mendalam bisa memerlukan waktu lebih lama dibandingkan pertanyaan yang jawabannya dapat ditemukan dengan cepat.
4. Pahami Isi Bacaan dalam Soal Literasi
Dalam mengerjakan soal Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, peserta perlu memahami isi bacaan, bukan sekadar membaca teks dengan cepat.
Perhatikan gagasan utama, informasi penting, tujuan penulis, serta hubungan antara satu bagian teks dan bagian lainnya.
Siswa juga perlu membedakan informasi yang disebutkan secara langsung dengan kesimpulan yang harus diperoleh melalui penalaran.
Apabila terdapat beberapa pilihan jawaban yang terlihat serupa, cocokkan setiap pilihan dengan informasi dalam bacaan.
Hindari memilih jawaban hanya berdasarkan pendapat pribadi tanpa dukungan dari teks.
5. Perkuat Kemampuan Numerasi dan Penalaran
Untuk menghadapi soal Matematika, siswa perlu memahami konsep dan cara penerapannya dalam berbagai permasalahan.
Latihan dapat difokuskan pada materi yang melibatkan persentase, perbandingan, interpretasi grafik, tabel, serta penyelesaian masalah kontekstual.
Saat menemukan soal yang cukup panjang, identifikasi informasi yang diketahui dan hal yang ditanyakan.
Selanjutnya, tentukan rumus atau konsep yang sesuai sebelum melakukan perhitungan.
Strategi tersebut membantu siswa menyelesaikan soal secara lebih sistematis dan mengurangi kemungkinan kesalahan akibat terburu-buru.
6. Periksa Kembali Jawaban
Jika masih memiliki waktu sebelum ujian berakhir, gunakan kesempatan tersebut untuk memeriksa jawaban yang sudah dikerjakan.
Perhatikan kembali hasil perhitungan, kesesuaian jawaban dengan pertanyaan, serta kemungkinan adanya soal yang belum terjawab.
Peserta juga perlu memastikan bahwa jawaban sudah tercatat sesuai petunjuk sistem ujian.
Pemeriksaan ulang dapat membantu menemukan kesalahan sederhana yang mungkin terjadi akibat kurang teliti saat mengerjakan soal.
7. Jaga Konsentrasi dan Kondisi Tubuh
Persiapan TKA tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga kondisi fisik dan mental peserta.
Menjelang ujian, siswa sebaiknya menghindari kebiasaan belajar hingga larut malam.
Istirahat yang cukup dapat membantu menjaga fokus ketika membaca dan menganalisis soal.
Selain itu, peserta dapat meninjau kembali catatan materi penting tanpa memaksakan diri mempelajari terlalu banyak hal baru dalam waktu singkat.
Apabila merasa gugup saat ujian, cobalah menarik napas secara perlahan dan kembali memusatkan perhatian pada pertanyaan yang sedang dikerjakan.
8. Pastikan Jadwal dan Ketentuan Ujian
Sebelum mengikuti TKA, siswa perlu memastikan jadwal, sesi, lokasi, serta ketentuan pelaksanaan berdasarkan informasi resmi dari sekolah.
Peserta juga perlu memahami prosedur penggunaan perangkat komputer dan mengikuti arahan pengawas selama asesmen berlangsung.
Persiapan teknis ini penting agar siswa dapat memulai ujian dengan lebih tenang dan tidak kehilangan waktu karena belum memahami prosedur yang berlaku.
Menjelang pelaksanaan TKA SMA 2026 pada 26 Oktober, peserta dapat memanfaatkan waktu yang tersisa untuk meninjau materi, berlatih soal, serta mempersiapkan kebutuhan ujian.
Pada akhirnya, strategi mengerjakan soal secara terarah, pengelolaan waktu yang baik, dan ketelitian dalam membaca pertanyaan menjadi hal penting untuk diperhatikan.
Dengan persiapan yang matang, siswa diharapkan dapat mengikuti TKA dengan lebih percaya diri dan memperoleh hasil sesuai kemampuan akademiknya.***





